alexametrics

Amankan Penyaluran Gas ke Pelanggan, PGN Lakukan Injeksi CNG

loading...
Amankan Penyaluran Gas ke Pelanggan, PGN Lakukan Injeksi CNG
PGN untuk sementara waktu menyalurkan CNG kepada pelanggan rumah tangga di sejumlah wilayah di Jakarta terkait perbaikan pipa gas bumi. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memberikan langkah solutif kepada para pelanggan rumah tangga (RT) di sejumlah wilayah di Jakarta yang wilayahnya mengalami perbaikan dan perawatan pipa gas bumi.

Direktur Utama PGN Gigih Prakoso mengatakan, untuk memenuhi pasokan gas RT, PGN untuk sementara waktu menyalurkan Compressed Natural Gas (CNG) kepada sekitar 6.896 pelanggan RT di lima lokasi di wilayah Jakarta Timur yakni Metering Regulating Station (MRS) Rusun Klender, Perumnas Klender, Rawamangun, Pulomas, dan Pulogadung.

"Penggunaan CNG ini merupakan upaya PGN untuk memastikan bahwa setiap pelanggan tetap dapat memenuhi kebutuhan energi gas bumi selama perawatan jaringan pipa dilakukan. Ini juga bukti kehandalan PGN sebagai perusahaan yang telah lebih dari setengah abad membangun Infrastruktur gas di berbagai daerah di Indonesia," jelas Gigih seusai melakukan serangkaian inspeksi terhadap kesiapan posko injeksi CNG di lima lokasi di wilayah Jakarta Timur, di Jakarta, Kamis (26/12/2019).



Menurut dia, penyaluran gas ke pelanggan rumah tangga berlangsung aman pada liburan natal tahun ini. Termasuk di wilayah Jakarta Timur, dimana di kawasan tersebut tengah dilakukan perawatan pipanisasi gas bumi. Penggunaan CNG juga menjadi bagian dari solusi yang dilakukan oleh PGN untuk memenuhi kebutuhan gas para pelanggan rumah tangga.

"Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan masyarakat yang terus mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi. Ini adalah upaya kita bersama untuk menjadikan gas bumi sebagai solusi bagi ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang banyak diimpor," tegasnya.Sales Area Head PGN Area Jakarta Iwan Yuli Widyastanto menambahkan, sebelumnya PGN tengah melakukan perawatan pipa gas bumi yang dilakukan di 13 titik Kawasan industri Pulogadung. Dari 6.896 pelanggan rumah tangga terdampak, hampir 5.000 pelanggan ada di wilayah Klender.

PGN melakukan injeksi CNG di lima titik di wilayah Jakarta Timur dengan total kebutuhan sekitar 5.800 meter kubik per dua hari. Menurut Iwan, sejak Rusun Klender menjadi pelanggan PGN mulai dari tahun 1998 hingga saat ini, aliran gas bumi tidak pernah mati.

"Injeksi CNG ini merupakan inisiatif yang tepat, sehingga pelanggan tidak merasakan dampak apapun dari perawatan pipa gas bumi yang dilakukan PGN," ujarnya.

Gigih mengatakan, sebagai sub-holding gas dan pionir pemanfaatan gas bumi di Indonesia, PGN terus mendorong percepatan dan perluasan penggunaan gas bumi untuk rumah tangga. Program pembangunan jaringan gas rumah tangga (Jargas) ini dilakukan melalui tiga strategi. Pertama, bekerjasama dengan Kementerian ESDM melalui pemanfaatan alokasi dana di APBN.

Kedua, secara internal, PGN memiliki program jargas yang dibiayai secara mandiri oleh perusahaan. Ketiga dengan melibatkan investor dalam pembangunan jargas. Di tahun 2020, rencana konstruksi jargas yang menggunakan dana APBN akan dibangun di 49 kabupaten/kota sebanyak 266.070 SR. Sedangkan dana mandiri PGN sebanyak 50.000 SR dan kerjasama dengan investor sebesar 500.000 sambungan.

"Komitmen PGN adalah terus membantu dan bersama pemerintah memperluas pemanfaatan gas bumi ke berbagai segmen pelanggan, termasuk rumah tangga. Kami percaya bahwa gas bumi sebagai energi yang ramah lingkungan, efisien, kompetitif dan sumbernya sangat besar di dalam negeri, sangat tepat untuk mewujudkan kedaulatan energi nasional," tegas Gigih.

Pada saat ini harga Jargas golongan Rumah Tangga 1 atau pun Pelanggan Kecil 1, berada di kisaran Rp 4.250 per M3. Harga ini masih lebih rendah dibandingkan Harga LPG 3 kg yang disubsidi yaitu sekitar Rp5.000 per M3.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak