alexametrics

Pengamat Optimis Perekonomian Nasional Membaik Bertahap di 2020

loading...
Pengamat Optimis Perekonomian Nasional Membaik Bertahap di 2020
Perbaikan neraca transaksi berjalan dan peningkatan investasi akan mempercepat pemulihan ekonomi. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Krizia Maulana memberikan proyeksinya untuk perekonomian nasional tahun 2020. Menurut dia, pemulihan ekonomi Indonesia akan berjalan secara gradual. Diharapkan pemulihan ekonomi terjadi seiring meredanya ketegangan antara AS dan China.

"Pelonggaran fiskal tidak terlalu agresif, mengingat defisit fiskal dibatasi di bawah 3%. Ini menyebabkan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi juga relatif terbatas," ujar Krizia di Jakarta, Jumat (27/12/2019).

Dia menyebutkan salah satu tantangan bagi ekonomi Indonesia ke depannya masih seputar defisit pada neraca transaksi berjalan. Khususnya pada saat ini ketika penanaman modal asing atau Foreign Direct Investment (FDI) belum bisa menutupi atau membiayai defisit pada neraca berjalan ini.



Peningkatan daya saing, khususnya di sektor non komoditas, menjadi sangat krusial untuk meningkatkan investasi. Ini yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi lebih tinggi lagi.

Krizia menghimbau bagi investor, saat momen akhir tahun sebaiknya melakukan evaluasi investasi. Saran dia, pastikan investasi yang sudah ada saat ini sesuai dengan tujuan keuangan yang ingin diraih. "Jangan karena volatilitas jangka pendek lalu membatasi kita berinvestasi. Karena tidak melakukan investasi juga memiliki risiko," ujarnya

Sepanjang tahun ini sampai akhir November 2019, pasar saham Indonesia (IHSG) mencatatkan penurunan sebesar 2,95%. Kinerja pasar saham Indonesia, kalah unggul jika dibandingkan negara kawasan Asia lainnya, disebabkan oleh pertumbuhan earning yang relatif lemah di tahun ini.

Dari pasar obligasi, pasar obligasi Indonesia (BINDO) mencatatkan kenaikan sebesar 13,60% sampai dengan akhir November 2019. Hal ini didorong oleh imbal hasil real yield yang cukup tinggi, dan juga kebijakan moneter akomodatif bank sentral global. Bank Indonesia pun di tahun ini sudah menurunkan suku bunga sebanyak empat kali.

Sementara itu, Rupiah bergerak relatif stabil, dengan rata-rata perdagangan di tahun ini di kisaran Rp14.153 per dolar AS. Diharapkan, percepatan reformasi kebijakan, stabilitas politik dan perbaikan earning perusahaan dapat mendorong sentimen investasi untuk pasar keuangan Indonesia.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak