Harga Sewa Perkantoran Grade A di Kawasan Bisnis Jakarta Tumbuh Positif
Jum'at, 01 November 2024 - 16:34 WIB
loading...
JLL Indonesia mengumumkan temuan-temuan penting dari Jakarta Property Market Review Kuartal III-2024. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - JLL Indonesia, perusahaan jasa profesional terkemuka dengan spesialisasi manajemen properti dan investasi mengumumkan temuan-temuan penting dari Jakarta Property Market Review Kuartal III-2024. Laporan tersebut menyoroti stabilitas di sektor perkantoran dan retail, dengan pertumbuhan yang signifikan pada harga sewa kantor Kelas A di Central Business District (CBD). Bisnis perkantoran di CBD Jakarta tetap stabil, dengan tingkat hunian sekitar 70%.
Head of Research di JLL Indonesia Yunus Karim mengatakan hunian di area non-CBD juga menunjukkan stabilitas, yaitu di angka 71%, di mana tingkat serapan terbesar ada di Jakarta Selatan. "Kami melihat adanya daya tarik positif pada ruang perkantoran kelas Premium, yang telah mencatat permintaan yang konsisten sejak awal 2023," kata Karim dalam siaran pers, Jumat (1/11/2024).
Baca Juga: Songsong Pertumbuhan Properti Tangerang, LPKR Dorong Penjualan Proyek Unggulan
Head of Office Leasing Advisory Angela Wibawa, menekankan pertumbuhan harga sewa yang signifikan. Gedung Grade A, khususnya Grade Premium, mengalami kenaikan harga sewa sebesar 0,7%, yang menandai pemulihan penting dalam bisnis penyewaan kantor. "Ini merupakan titik balik harga sewa menjadi positif sejak pertengahan tahun 2015," kata dia.
Adapun tingkat hunian retail di Jakarta tetap sehat, didorong oleh ekspansi berkelanjutan untuk brand-brand makanan dan minuman serta fashion. "Jaringan restoran internasional secara aktif masuk atau memperluas bisnis mereka di Indonesia, sementara sektor fashion juga menunjukan aktivitas dengan beberapa toko flagship yang dibuka pada kuartal ini," jelas Yunus Karim.
Meskipun tidak ada mal baru yang beroperasi pada kuartal ini, beberapa mal dijadwalkan buka pada akhir tahun, sehingga menciptakan momentum tambahan di sektor retail Jakarta. Aktivitas penjualan kondominium di Jakarta pada triwulan ini sebagian besar berasal dari proyek-proyek yang baru diluncurkan seperti Two Sudirman yang berlokasi di kawasan CBD dan satu menara baru dari LRT City Tebet.
Head of Research di JLL Indonesia Yunus Karim mengatakan hunian di area non-CBD juga menunjukkan stabilitas, yaitu di angka 71%, di mana tingkat serapan terbesar ada di Jakarta Selatan. "Kami melihat adanya daya tarik positif pada ruang perkantoran kelas Premium, yang telah mencatat permintaan yang konsisten sejak awal 2023," kata Karim dalam siaran pers, Jumat (1/11/2024).
Baca Juga: Songsong Pertumbuhan Properti Tangerang, LPKR Dorong Penjualan Proyek Unggulan
Head of Office Leasing Advisory Angela Wibawa, menekankan pertumbuhan harga sewa yang signifikan. Gedung Grade A, khususnya Grade Premium, mengalami kenaikan harga sewa sebesar 0,7%, yang menandai pemulihan penting dalam bisnis penyewaan kantor. "Ini merupakan titik balik harga sewa menjadi positif sejak pertengahan tahun 2015," kata dia.
Adapun tingkat hunian retail di Jakarta tetap sehat, didorong oleh ekspansi berkelanjutan untuk brand-brand makanan dan minuman serta fashion. "Jaringan restoran internasional secara aktif masuk atau memperluas bisnis mereka di Indonesia, sementara sektor fashion juga menunjukan aktivitas dengan beberapa toko flagship yang dibuka pada kuartal ini," jelas Yunus Karim.
Meskipun tidak ada mal baru yang beroperasi pada kuartal ini, beberapa mal dijadwalkan buka pada akhir tahun, sehingga menciptakan momentum tambahan di sektor retail Jakarta. Aktivitas penjualan kondominium di Jakarta pada triwulan ini sebagian besar berasal dari proyek-proyek yang baru diluncurkan seperti Two Sudirman yang berlokasi di kawasan CBD dan satu menara baru dari LRT City Tebet.
Lihat Juga :