alexametrics

Dana Pihak Ketiga di Bank Tumbuh 6,4% Per November 2019

loading...
Dana Pihak Ketiga di Bank Tumbuh 6,4% Per November 2019
Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada November 2019 tercatat sebesar Rp5.752,1 triliun atau mengalami peningkatan 6,4% (yoy). Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada November 2019 tercatat sebesar Rp5.752,1 triliun atau mengalami peningkatan 6,4% (yoy). Padahal pada Oktober 2019, DPK tercatat tumbuh melambat, yakni naik 5,9 persen yoy. Pertumbuhan DPK perbankan ditopang oleh peningkatan dana murah per November 2019.

"Peningkatan DPK pada November 2019 terjadi pada jenis simpanan giro dan tabungan baik pada golongan nasabah korporasi maupun individu," ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko di Jakarta, Kamis (2/1/2020).

Pertumbuhan giro dan tabungan tercatat masing-masing sebesar 5,5% (yoy) dan 7,2% (yoy) pada November 2019, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang masing-masing tumbuh sebesar 3,9% (yoy) dan 6,2% (yoy). Berdasarkan lokasi penempatan dana, peningkatan giro terjadi di wilayah DKI Jakarta dan Papua, sementara akselerasi tabungan terjadi di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Tengah.



Di sisi lain, simpanan berjangka tercatat mengalami perlambatan, dari 6,7% (yoy) menjadi 6,3% (yoy). Gubernur Bank Indonesia(BI) Perry Warjiyo menuturkan, pertumbuhan penyaluran kredit tahun ini diproyeksikan akan naik sebesar 10%-12%.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kenaikan kredit tahun 2020 yakni, karena pada tahun depan permintaan kredit akan meningkat seiring dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi serta suku bunga yang sekarang ini menurun akan semakin menurun. Lalu kebijakan BI akan terus akomodatif baik dari sisi bunga, likuiditas, maupun dari prudensial. Serta, perbankan akan siap menyalurkan kredit pada tahun 2020.

"Bank Indonesia tetap menempuh kebijakan makroprudensial yang akomodatif dan memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait sehingga dapat tetap menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong fungsi intermediasi perbankan," ujar Perry.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak