alexametrics

Pelaku Goreng Saham Harus Dihajar dengan Pidana

loading...
Pelaku Goreng Saham Harus Dihajar dengan Pidana
Pengamat menyatakan, untuk memberantas praktik manipulasi atau goreng saham hanya butuh satu hal yaitu penegakan hukum. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Pengamat pasar modal Yanuar Rizky mengatakan, untuk memberantas praktik manipulasi atau goreng saham, hanya butuh satu hal yaitu penegakan hukum. Dalam regulasi yang berlaku saat ini sudah diatur sehingga hanya perlu diterapkan. "Jadi tidak perlu repot, tukang tipu harus dihajar pakai hukum pidana," ujarnya di Jakarta, Kamis (2/1/2020).

Sebagai catatan, UU 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal khususnya Pasal 91 dan 92 mengatur tindakan yang dilarang adalah melakukan dua transaksi efek atau lebih, baik langsung maupun tidak langsung, menyebabkan harga efek di bursa efek tetap naik atau turun, kemudian dengan tujuan mempengaruhi pihak lain untuk membeli, menjual, atau menahan efek.

Yanuar menambahkan, alasan pengaturan untuk harga Reksadana tidak dibenarkan karena bursa di Indonesia tidak meratifikasi dealer system. "Bursa disini menganut continuous auction brokerage system. Jadi reksadana juga harus menempatkan order dalam mekanisme pasar murni. Tidak boleh yang namanya mengatur harga," ujar Rizky.



Menurutnya dalam sistem dealer, pengaturan harga juga diatur mengenai transparansinya. Dalam sistem dealer, pengaturan untuk stabilisasi dilakukan dengan berbiaya atau modal yang tinggi atau harus menggunakan capital based line order. "Tidak ada yang seenaknya seperti sekarang," ujarnya.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak