alexametrics

Inflasi Desember 2019 di DKI Jakarta Lebih Rendah

loading...
Inflasi Desember 2019 di DKI Jakarta Lebih Rendah
Tekanan inflasi pada bulan Desember 2019 terutama disebabkan dari inflasi kelompok Bahan Makanan seperti telur ayam ras. Foto/Dok SINDOphoto/Yorri Farli
A+ A-
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta mencatat harga rata-rata barang konsumsi atau Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jakarta pada bulan Desember 2019 mengalami inflasi sebesar 0,30% (month-to-month/mtm). Angka ini lebih rendah dari rata-rata dalam tiga tahun terakhir (0,51% mtm).

Inflasi Desember 2019 juga tercatat sebesar 3,23% (year-on-year/yoy), atau menurun dari tahun sebelumnya sebesar 3,27% (yoy), dan mendukung pencapaian sasaran inflasi nasional sebesar 3,5% ± 1%.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo mengatakan, tekanan inflasi pada bulan Desember 2019 terutama disebabkan dari inflasi kelompok Bahan Makanan dan kelompok Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan. Kenaikan harga pada ketiga komoditas tersebut sebagai dampak meningkatnya permintaan momen Natal dan tahun baru.



"Kelompok Bahan Makanan mengalami inflasi sebesar 0,94% (mtm) dan terutama pada komoditas telur ayam ras, jeruk dan bawang merah," ujar Hamid di Jakarta, Kamis (2/1/2020).

Sementara dari kelompok Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan mengalami inflasi sebesar 0,33% (mtm) yang terutama disumbang oleh inflasi pada komoditas tarif kereta api, tarif angkutan udara dan tarif angkutan antar kota seiring dengan faktor musiman tersebut.

Laju inflasi lebih lanjut tertahan oleh penurunan inflasi pada kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau dan kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar serta deflasi pada kelompok Sandang dan kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga.

Pada bulan Desember 2019, komoditas pada keempat kelompok tersebut yang mencatat deflasi terutama adalah emas perhiasan dan beberapa barang elektronik seperti VCD/DVD player, lemari es dan televisi berwarna.

Inflasi tahun 2019 yang terjaga tersebut didukung oleh koordinasi pengendalian inflasi yang solid. Konsistensi BI dalam menjaga stabilitas harga serta ditopang oleh sinergi antara BI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan forum-forum yang ada mendukung terjaganya inflasi Jakarta pada 2019. "Ke depan, sinergi tersebut terus diperkuat sehingga mendukung pencapaian sasaran inflasi nasional sebesar 3,0±1% pada 2020," ujarnya.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak