alexametrics

Menteri Teten Dorong UMKM Bisa Masuk Pasar Modal

loading...
Menteri Teten Dorong UMKM Bisa Masuk Pasar Modal
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki (kiri) menerima audiensi peneliti Osaka University Japan Testu Konichi di Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Jumat (3/11/2019). Foto/Dok Kemenkop UKM
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bakal mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa go public melalui pasar modal atau Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal tersebut merupakan kesempatan besar bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan produk-produknya agar berkembang dan "naik kelas".

Menurut dia, pasar modal akan bisa berdampak besar dalam mengangkat ekspor produk UKM Indonesia di kancah Internasional. Selain itu, dengan go public maka produk-produk andalan UMKM bisa lebih mudah diketahui atau dikenal oleh pasar luar negeri.

"Tadi ada diskusi mengenai UMKM di Indonesia. Banyak produk UMKM Indonesia yang berorientasi ekspor ke luar negeri. Seharusnya dapat fokus ke pasar modal karena lebih transparan. UKM harus bisa masuk pasar modal," ujarnya usai menerima audiensi peneliti Osaka University Japan Testu Konichi di Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Jumat (3/11/2019).



Dia menjelaskan, industri yang paling kuat akibat ketidakpastian ekonomi global adalah industri kecil dan menengah. Menurut dia, perlu upaya menyeluruh dan melibatkan seluruh stakeholder dalam mewujudkan UMKM yang maju. "Bagaimana pembiayaan kredit ke depan, libatkan seluruh stakeholder, pakar dan pelaku ekonomi di Indonesia," tandas Teten.

Sementara itu, peneliti Universitas Tokyo Testu Konichi menambahkan, masuknya UMKM di pasar modal akan mendorong pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Bahkan sektor UKM akan berkembang pesat dengan banyaknya produk yang berorientasi ekspor. "Pasar modal sebagai suatu alat keuangan. Jika UKM bisa masuk, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan UKM bisa berkembang," katanya.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak