alexametrics

Pasca Ribuan Gardu Terendam Banjir, Erick Thohir: Tinggal 4% yang Masih Padam

loading...
Pasca Ribuan Gardu Terendam Banjir, Erick Thohir: Tinggal 4% yang Masih Padam
Menteri BUMN Erick Thohir menerangkan, gardu listrik PLN yang sempat terendam saat ini telah berangsur pulih, dari yang jumlahnya ribuan hingga kini hanya sekitar 12 gardu. Foto/Rina Anggraeni
A+ A-
CENGKARENG - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menerangkan, bahwa PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) belum sepenuhnya mengaktifkan kembali aliran listrik di sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Kendati demikan bahwa gardu listrik yang sempat terendam saat ini telah berangsur pulih, dari yang jumlahnya ribuan hingga kini hanya sekitar 12 gardu.

Mengutip data PLN terbaru, saat ini sebanyak 6.036 gardu distribusi di Jabodetabek kembali dinyalakan dari total 6.318 gardu terdampak banjir. "Saya rasa sekarang sudah berangsur mulai sedikit pulih, seperti gardu listrik. Tadinya ribuan sekarang tinggal empat persen yang masih padam," ujar Erick Thohir di Cengkareng, Minggu (5/1/2020).

Lebih lanjut Ia menerangkan, terkait dengan pemadaman listrik saat banjir di sejumlah wilayah. Diterangkan olehnya hal itu dilakukan demi menjaga keselamatan masyarakat yang menurutnya merupakan hal nomor satu yang harus diutamakan. Sambung dia melanjutkan, hingga kini belum sepenuhnya listrik teralir di wilayah di Jabodetabek agar menjamin keselamatan warga.



"Ini sekali lagi kenapa padam? Karena nomor satu menjaga keselamatan karena banjir sendiri yang namanya listrik itu sangat berbahaya, makanya kita padamkan," ungkap Erick saat meninjau Posko BUMN di Kecamatan Cengkareng, Jakarta.

Sambung Erick mengatakan, PLN akan mengalirkan listrik kembali ke wilayah yang tergenang banjir, namun harus melihat kesiapan di wilayah yang terdampak. "Tergantung daerah yang tergenang. Karena tidak mungkin juga kita menyalakan listrik kalau daerah itu tidak siap. Malah takutnya kaya kemaren viral, orang megang tiang listrik pada jatuh," tandasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak