alexametrics

Lembaran Baru IHSG di Awal Tahun Diprediksi Masih Positif

loading...
Lembaran Baru IHSG di Awal Tahun Diprediksi Masih Positif
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan diprediksi melanjutkan tren penguatan, usai akhir pekan kemarin berakhir berdiri kokoh pada zona hijau. Foto/SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan diprediksi melanjutkan tren penguatan, usai akhir pekan kemarin berakhir berdiri kokoh pada zona hijau. Sebelumnya bursa saham Tanah Air menutup pekan pertama awal tahun 2020 dengan positif dengan tambahan 39,88 poin atau 0,63% menjadi 6.323,47.

Analis saham PT Indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya mengatakan, IHSG bergerak reli seiring suasana pergantian tahun. Sentimen lainnya data inflasi yang rendah, membuat IHSG diyakini berbalik menguat dengan kisaran di level 6.198 hingga 6.402.

"Masih dalam suasana pergantian tahun, lembaran baru di awal tahun yang baru yang juga didukung oleh rilis data perekonomian inflasi yang mencatatkan hasil yang cukup baik," ujar William di Jakarta, Senin (6/1/2020).



Sambung melanjutkan, selain itu tercatatnya capital inflow pada minggu pertama akan turut menopang kenaikan IHSG hingga beberapa waktu mendatang. "Hari ini IHSG berpeluang melaju naik," jelasnya.

Adapun menu saham hari ini, ASII (PT Astra International Tbk), TLKM (PT Telkomonukasi Indonesia Tbk), BBCA (PT Bank Central Asia Tbk) dan WIKA (PT Wijaya Karya). Saham lain yang juga patut dipertimbangkan yakni UNVR (PT Unilever Indonesia Tbk, GGRM (PT Gudang Garam Indonesia Tbk) serta INDF (PT Indofood Sukses Makmur Tbk).

Pada pekan sebelumnya, mulai dari akhir Desember 2019 hingga awal Januari 2020 tercatat rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami peningkatan 0,93% dari 405.205 ribu kali transaksi pada pekan sebelumnya menjadi 408.984 ribu kali transaksi. Investor asing pada akhir pekan ini mencatatkan nilai beli bersih Rp773,73 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2020, tercatat beli bersih asing sebesar Rp943,75 miliar.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak