alexametrics

Timur Tengah Memanas, Erick Thohir Waspada Harga Minyak Terus Naik

loading...
Timur Tengah Memanas, Erick Thohir Waspada Harga Minyak Terus Naik
Erick Thohir mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi lonjakan harga minyak dari beberapa bulan lalu dan akan terus dilakukan ke depannya seiring memanasnya kondisi geopolitik Timur Tengah. Foto/Antara
A+ A-
TANGERANG - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pihaknya telah mengantisipasi lonjakan harga minyak dari beberapa bulan lalu dan akan terus dilakukan ke depannya. Hal itu seiring dengan memanaskan kondisi geopolitik Timur Tengah saat Amerika Serikat (AS) melayangkan serangan udara terhadap ke milisi Irak yang diklaim mendapatkan dukungan dari Iran.

"Ya memang itu yang diminta Pak Jokowi kan kita harus selalu antisipasi. Karena yang namanya ekonomi dunia adalah sesuatu yang fluktuatif dan tidak bisa diprediksi pasti akan juga berdampak pada RI terutama di harga minyak," kata Menteri Erick Thohir saat menyambangi posko banjir di Tangerang, Minggu (5/1/2020).

Seperti diketahui panasnya tensi di Timur Tengah juga akan menjadi perhatian pasar pekan depan. Naiknya harga minyak di akhir pekan ini akibat serangan udara AS ke milisi Irak. Serangan udara AS dikabarkan menewaskan Mayor Jenderal Iran Qassem Soleimani, kepala Pasukan elit Quds, dan komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis.



Lebih lanjut Erick menuturkan, salah satu antisipasi pemerintah saat harga minyak mentah dunia meningkat adalah dengan B30 yang bisa menekan impor. Serta mulai melakukan tender dengan perusahaan minyak asal AS dengan memangkas peran trader.

"Tanpa tender kita bisa cut margin-margin yang tidak perlu. Salah satunya kita tender dengan AS, harganya jelas lebih murah USD5 hingga USD6 yang selama ini tidak pernah dilakukan. Ini langsung ke perusahaan total, tidak ada perantara," ungkapnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak