alexametrics

Meleset dari Target, Pertumbuhan Ekonomi di 2019 hanya 5,05%

loading...
Meleset dari Target, Pertumbuhan Ekonomi di 2019 hanya 5,05%
Menkeu Sri Mulyani menyebut tantangan berat selama 2019 menyebabkan pertumbuhan ekonomi di bawah target APBN 2019. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, selama 2019 ekonomi Indonesia tumbuh 5,05%. Angka tersebut di bawah target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar 5,3%.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, perekonomian Indonesia di tahun 2019 memang menghadapi tantangan yang cukup berat, baik dari eksternal maupun internal. Hal itulah yang membuat ekonomi nasional hanya tumbuh sebesar 5,05%.

"Dampak dari perlambatan ekonomi global dan ekonomi di banyak negara di dunia, juga berimbas pada laju investasi, kegiatan ekspor dan impor, serta aktivitas dunia usaha di dalam negeri," ujar Sri Mulyani di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Selasa (7/1/2020).



Dia melanjutkan, dalam menyikapi tantangan tersebut, pemerintah telah melakukan langkah-langkah nyata dengan menggunakan instrumen fiskal, serta kebijakan di sektor riil, yang didukung dengan relaksasi kebijakan moneter oleh Bank Indonesia (BI).

"Sinergi yang kuat antara institusi kebijakan moneter dan fiskal mampu meminimalisasi dampak risiko global terhadap perekonomian nasional, sehingga stabilitas ekonomi makro di dalam negeri tetap terjaga, untuk mempertahankan momentum pertumbuhan dan pembangunan nasional di tahun 2019," jelasnya.

Sebagai informasi, angka pertumbuhan yang diproyeksikan sebesar 5,05% ini bersumber dari kontribusi konsumsi rumah tangga dan pemerintah yang masing-masing tumbuh 5,2% dan 4,7%. Selain itu, pembentukan modal tetap bruto tumbuh moderat sebesar 4,7%, yang dipengaruhi oleh terjaganya fundamental perekonomian domestik, di tengah peningkatan risiko ketidakpastian global yang memengaruhi persepsi investor.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak