alexametrics

Bangun SKPT, Menko Luhut Cegah Kapal China Masuk ke Natuna

loading...
Bangun SKPT, Menko Luhut Cegah Kapal China Masuk ke Natuna
Menko Luhut mengungkapkan alasan pemerintah membangun kembali Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di perairan Utara, salah satunya mencegah kapal China masuk. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan alasan pemerintah membangun kembali Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di perairan Utara. Salah satunya yakni agar kapal-kapal China tidak bisa masuk ke teritorial wilayah perbatasan Indonesia.

"Patrolinya juga kita buat nanti, mereka (juga) kan enggak masuk ke teritorial kita," ujar Menko Luhut di Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Sambung dia menerangkan, rencana pembangunan SKPT di wilayah Utara Natuna sebagai desain ulang agar kapal-kapal ikan Indonesia lebih banyak masuk ke daerah sana. Nantinya, kapal-kapal yang diusulkan berada dalam SKPT baru yakni di atas 30 GT. "Kapalnya kita mau usulkan di atas 30 GT, lalu tengker dari Pertamina juga bisa. Patrolinya juga kita buat nanti," jelasnya.



Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana membangun sentra kelautan dan perikanan terpadu (SKPT) di Kepulauan Natuna bagian Utara. Adapun perairan Natuna Utara ini termasuk wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Agus Suherman mengatakan, SKPT ini akan mengoptimalkan kinerja pemerintah. "Kita mau rencanakan fasilitas bagi nelayan seperti pelabuhan di Natuna Utara. SKPT di bagian Natuna Selatan yang sudah ada, nanti untuk Utara akan dibangun juga. Itu lagi kita bahas bersama sehingga Natuna Utara bisa kita optimalkan sumber daya ikannya," ungkap Agus.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak