alexametrics

Edhy Prabowo Tinjau 3 Kapal Pencuri Ikan Vietnam di Pontianak

loading...
Edhy Prabowo Tinjau 3 Kapal Pencuri Ikan Vietnam di Pontianak
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bersama Presiden Joko Widodo mengunjungi Natuna di Kepulauan Riau. Foto/Dok.KKP
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus meningkatkan kedaulatan perairan Indonesia dari aksi kapal pencuri ikan negara lain. Usai mendampingi Presiden Joko Widodo ke Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Menteri KKP Edhy Prabowo langsung bertolak ke Pontianak, Kalimantan Barat, untuk meninjau tiga kapal pencuri ikan berbendera Vietnam.

Tiga kapal pencuri ikan berbendera Vietnam itu ditangkap di perairan Natuna Utara, Kepulauan Riau pada pekan lalu. Ketiga kapal tersebut masing-masing bernomor: KG 95118 TS dengan jumlah awak kapal sebanyak 5 orang; KG 94629 TS, dengan jumlah awak kapal sebanyak 18 orang; dan KG 93255 TS, jumlah awak kapal sebanyak 13 orang.

Awak besarta kapalnya kini telah diamankan di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak, Kalimantan Barat.



Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri KKP, Agung Tri Prasetyo, mengatakan Presiden Jokowi dan KKP terus memantau dan mendukung Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa di Pelabuhan Perikanan Selat Lampa Natuna.

"Pemerintah ingin memastikan SKPT yang telah beroperasi setelah menjalani masa pembangunan selama kurang lebih empat tahun, dapat dirasakan manfaatnya oleh para nelayan dan menjadi pusat ekonomi baru, utamanya untuk sektor kelautan dan perikanan di Natuna," terang Agung dalam keterangan resmi, Rabu (8/1/2020).

SKPT Selat Lampa mulai beroperasi pada Oktober 2019 lalu. Jokowi berharap agar para nelayan dapat mengelola fasilitas tersebut dengan baik dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi optimalisasi potensi perikanan di daerah setempat.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak