alexametrics

Mentan Syahrul Limpo Minta Perwakilan RI Buka Akses Pasar Dunia Produk Pertanian

loading...
Mentan Syahrul Limpo Minta Perwakilan RI Buka Akses Pasar Dunia Produk Pertanian
Sebagai upaya mendorong Program Gratieks (Gerakan Tiga Kali Ekspor), Mentan Syahrul Yasin Limpo secara khusus meminta para Kepala Perwakilan RI untuk mendukung peningkatan ekspor pertanian. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo secara khusus meminta komitmen para Kepala Perwakilan RI untuk mendukung peningkatan ekspor pertanian. Hal ini disampaikan saat melakukan Rapat Koordinasi seluruh Perwakilan RI di luar negeri, pada Kementerian Luar Negeri.

"Kementan punya Program Gratieks. Gerakan Tiga Kali Ekspor. Kita mau ekspor kita meningkat tiga kali lipat. Dan ini butuh akses pasar. Saya minta dukungan kalian untuk membuka akses pasarnya," kata Syahrul yang menjadi pembicara bersama Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan.

Syahrul mengungkapkan Kementeriannya siap memfasilitasi kebutuhan bahan pangan, maupun bahan baku industri pangan seluruh negara di dunia. Sebagai contoh, sektor perkebunan Indonesia berkontribusi hingga USD14,61 milliar, dan perlu didorong sektor lainnya, mengingat potensinya sangat baik. "Saya ingin ekspor kita bisa menembus 2000 Trilliun. Dan itu bisa bila kita semua bersama dan bersinergi," tegasnya.



"Menurutnya pertemuan ini strategis, karena kita punya sumberdaya yang besar, dan petani akan mendapat banyak nilai tambah dengan ekspor, dan tentu membantu devisa negara," ungkapnya.

Kepala Perwakilan RI di Brunei Darussalam, memberi tanggapan agar memaksimalkan pemanfaatan direct trade via natuna, selain melalui Singapura yang selama ini menjadi hub utama di ASEAN. Jalur ini dianggap efektif dapat memangkas waktu dan ongkos pengiriman barang. Selain itu potensi ekspor produk peternakan sangat terbuka di Brunei.

Untuk wilayah Eropa, Kepala Perwakilan RI di Bosnia dan Herzegovina, mengatakan adanya komoditas yang sangat potensial untuk menguasai pasar Bosnia meliputi kakao, kacang tanah, dan palm oil fat.

Pada sehari sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat membuka rapat kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri, meminta 70-80% tugas para duta besar berfokus pada diplomasi ekonomi. Jokowi berharap para duta investasi bisa membantu melakukan ekspor secara besar-besaran, minimal setengah jadi.

Menurut Jokowi, Duta besar juga harus paham terkait perubahan minyak kelapa kopra menjadi avtur. Dia pun meminta para mereka bisa mencari investor. "Juga yang berkaitan B20, B30, B50 sampai nanti B100 dari CPO, dari kelapa sawit, meskipun para ahli kita ini yang menemukan mereka, tapi siapa yang berproduksi? cari investasi di bidang ini jadi ekspor kita tidak bahan atau raw material lagi," papar Jokowi.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak