alexametrics

Garap Bandara Batam, AP I Bentuk Konsorsium Bersama Pengelola Incheon Korsel

loading...
Garap Bandara Batam, AP I Bentuk Konsorsium Bersama Pengelola Incheon Korsel
Penandatanganan perjanjian konsorsium oleh Dirut Angkasa Pura I Faik Fahmi, Presiden & CEO IIAC Koo Bon Hwan, dan Dirut Wijaya Karya Tumiyana di Jakarta, Senin (13/1/2020). Foto/SINDOnews/Ichsan Amin
A+ A-
JAKARTA - PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I menggandeng Incheon International Airport Corporation (IIAC) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mengikuti seleksi pengelolaan Bandar Udara (bandara) Hang Nadim Batam melalui mekanisme Kerjasama Pemerintah-Badan Usaha (KPBU).

Rencana tersebut ditandai dengan pandatanganan perjanjian konsorsium oleh Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, Presiden & CEO IIAC Koo Bon Hwan, serta Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana, di Jakarta, Senin (13/1/2020) malam.

Sebagai pemimpin konsorsium, AP I akan bertanggung jawab dalam hal manajemen operasional dan komersial secara umum. Sementara IIAC memiliki kewajiban dan tanggung jawab dalam hal pemasaran dan strategi pengembangan bandara secara umum. Sedangkan Wijaya Karya selaku BUMN bidang konstruksi yang terintegrasi dengan industri pendukungnya bertanggung jawab dalam hal manajemen infrastruktur bandara.



Direktur Utama Aangkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan, kerja sama ini merupakan salah satu strategi perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya sekaligus menegaskan komitmen AP I untuk memperluas jaringan pengelolaan bandara di Indonesia.

"Kami optimistis berpeluang lebih besar untuk mendapatkan kontrak kerja sama pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam dengan menggandeng Incheon dan Wijaya Karya sebagai mitra strategis, mengingat kemampuan dan pengalaman global di sektor kebandarudaraan dan konstruksi bandar udara yang konsorsium ini miliki," kata Fahmi.

Sebelumnya, pada 14 Agustus 2019 lalu Angkasa Pura I telah menandatangani nota kesepakatan dengan IIAC untuk menjajaki peluang kerja sama pengelolaan bandara-bandara potensial di dalam negeri maupun luar negeri. Salah satunya adalah peluang pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam ini.

Selain itu sebagai bentuk pengakuan atas kualitas pengelolaan operasional yang dimiliki Angkasa Pura I di mata internasional, IIAC secara resmi juga menggandeng Angkasa Pura I dalam rencana pengelolaan Terminal 4 Bandara Internasional Kuwait.

AP I akan mengirimkan tenaga ahli yang dimilikinya pada periode 2021-2023. Kemudian dilanjutkan dengan keikutsertaan AP I dan IIAC dalam seleksi pengelolaan Terminal 2 Kuwait Bandara Internasional Kuwait dan Bandara Internasional Jeddah di Arab Saudi pada masa yang akan datang.

Sebagai informasi, saat ini Angkasa Pura I mengelola 15 bandara komersial di Indonesia dengan total penumpang yang dilayani sebanyak 96,7 juta penumpang di tahun 2018 atau meningkat sebesar 7,8% dari 89,7 juta penumpang yang dilayani di tahun sebelumnya.

Di bawah pengelolaan Angkasa Pura I, 13 bandara berhasil memperoleh sejumlah pengukuran terbaik Airport Service Quality dari Airport Council International (ACI) dengan rata-rata skor 4,6 pada tahun 2018.

“Jika nanti terlaksana baik AP I, IIAC dan Wijaya Karya akan berbagi saham, dimana AP I akan memiliki saham mayoritas yakni 51%, IIAC 30%, dan Wijaya Karya 19%,” pungkas Faik.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak