alexametrics

Potensi Rebound Industri Manufaktur di Tengah Rancangan Omnibus Law

loading...
Potensi Rebound Industri Manufaktur di Tengah Rancangan Omnibus Law
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menerangkan, ada potensi rebound industri manufaktu pada kuartal I tahun 2020. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menerangkan, ada potensi rebound industri manufaktur apabila melihat data dari Bank Indonesia (BI). Dimana laporan BI ekspansi industri pengolahan diprediksi lebih tinggi pada kuartal I-2020.

Hal ini terindikasi dari Prompt Manufacturing Index (PMI) yang diproyeksi oleh BI pada kuartal I-2020, akan meningkat menjadi 52,73% dibanding capaian indeks pada kuartal IV-2019 sebesar 51,50%. Meski begitu Menperin Agus mengungkapkan, industri masih perlu didorong dimana salah satunya lewat rancangan omnibus law.

“Sudah ada harapan dengan PMI yang mulai rebound ke atas, walaupun rebound-nya harus kami dorong lagi ke yang lebih tinggi,” terang Menperin Agus Gumiwang di Jakarta, Selasa (14/1/2020).



Sambung dia menambahkan, pemerintah sedang mengajukan dua rancangan omnibus law ke DPR, yaitu yang terkait penciptaan lapangan kerja dan perpajakan. “Rancangan omnibus law itu ditujukan untuk memperkuat perekonomian nasional melalui perbaikan ekosistem investasi dan daya saing nasional. Langkah ini dibutuhkan khususnya dalam menghadapi ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global,” paparnya.

Menurut Agus, pemerintah tetap memberikan perhatian serius terhadap pembangunan industri nasional. Misalnya, langkah-langkah untuk meningkatkan investasi di Indonesia, mulai dilakukan dan menjadi salah satu fokus pada paket-paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintahan saat ini.

“Kita ketahui bahwa Bapak Presiden Joko Widodo memiliki latar belakang sebagai seorang industrialis, sehingga beliau memiliki komitmen dalam mendorong sektor industri dan memahami kebutuhan pelaku industri. Untuk itu, kita perlu optimistis terhadap upaya memacu perekonomian nasional,” tuturnya.

Apalagi, pemerintah telah meluncurkan peta jalan Making Indonesia 4.0 sebagai inisiatif untuk percepatan pembangunan industri memasuki era industri 4.0, dengan sasaran utama menjadikan Indonesia sebagai 10 negara ekonomi terbesar dunia pada tahun 2030.

“Ada tiga aspirasi utamanya, yaitu 10% kontribusi ekspor netto terhadap PDB, kemudian dua kali peningkatan produktivitas terhadap biaya, dan 2% pengeluaran litbang (R&D) terhadap PDB,” pungkasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak