alexametrics

Ini Program Hipmi untuk Siapkan SDM Hadapi Bonus Demografi

loading...
Ini Program Hipmi untuk Siapkan SDM Hadapi Bonus Demografi
Acara pelantikan BPP Hipmi di Jakarta, Rabu (15/1/2020). Foto/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) memaparkan program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) guna menghadapi bonus demografi.

Ketua BPP Hipmi Mardani H Maming mengatakan, momen bonus demografi yang diproyeksikan akan terjadi pada Indonesia di tahun 2030-2040 seperti pedang bermata dua. Jika Indonesia tidak siap, tegas dia, maka bonus demografi tersebut justru berpotensi menjadi bencana.

"Bonus demografi ini dapat menjadi bencana demografi kalau kita tidak siap. Sebagai contoh, pada SEA Games cabang sepakbola tahun 2019 lalu, Vietnam yang penduduknya sekitar 90 juta mampu mengalahkan tim nasional Indonesia yang penduduknya tiga kali lipat dengan skor 3-0. Hal tersebut bisa jadi menandakan SDM Vietnam lebih siap dibandingkan dengan kita," ujar Mardani di Jakarta, Rabu (15/1/2020).



Untuk itu, Hipmi menggagas beberapa program untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia khususnya pada generasi muda. Mardani menekankan bahwa Hipmi akan memberikan kesempatan pada generasi muda untuk praktik langsung mengelola bisnis.

"Program Hipmi Coffee Entrepreneur dengan HIPMI Perguruan Tinggi menjadi salah satu cara bagaimana Hipmi turut berupaya meningkatkan kualitas SDM generasi muda. Program ini merupakan hasil kerja sama BPP Hipmi dengan produsen kopi yang langsung menjadi mentor di bidang itu. Kita pupuk mulai dari bangku kuliah," jelasnya.

Selain Hipmi Coffee Entrepreneur, CEO Holding Company bernama PT Maming 69 dan PT Batulicin 69 yang saat ini membawahi sebanyak 55 entitas anak perusahaan ini menambahkan bahwa Hipmi juga akan terus menggencarkan program Hipmi Goes to Campus, Hipmi Goes to School, Hipmi Santripreneur serta membuka akses permodalan dan pembinaan bagi seluruh anggota Hipmi. Mardani juga berharap dunia usaha dapat lebih bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah.

"Program-program tersebut kami gagas dengan tujuan untuk membangun semangat dan jiwa entrepreneurship dalam diri generasi muda kita. Saya berharap SDM para pengusaha muda Indonesia kelak dapat berkembang menjadi pengusaha yang handal, profesional dan memiliki daya saing," tandasnya.

Maming yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Tanah Bumbu Kalimantan Selatan ini mengusulkan kepada pemerintah untuk berani merekrut generasi muda untuk menduduki bekerja dan mengemban tanggung jawab pada posisi strategis. Mardani menyebutkan bahwa sudah saatnya Indonesia mulai mengoptimalkan peran generasi milenial di berbagai bidang.

"Sudah saatnya kita mengoptimalkan peran generasi milenial kita di berbagai bidang mulai dari pemerintahan, legislatif, bisnis, dan berbagai bidang lainnya. Jika sepakat bahwa perlu adanya regenerasi, sekaranglah waktunya untuk diwujudkan. Misalnya berilah kesempatan generasi muda kita untuk menduduki jabatan penting di BUMN yang jumlahnya mencapai 142 perusahaan. Pada saatnya nanti, mereka akan siap menghadapi persaingan di era bonus demografi," tutupnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak