alexametrics

Neraca Dagang Defisit, Ekonom: Bukti Industri Manufaktur Tertekan

loading...
Neraca Dagang Defisit, Ekonom: Bukti Industri Manufaktur Tertekan
Defisitnya neraca perdagangan dinilai menunjukkan bahwa industri manufaktur nasional masih tertekan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Seperti dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini, neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2019 mengalami defisit USD3,20 miliar. Defisit ini lebih rendah dibandingkan tahun 2018 yang sebesar USD8,6 miliar.

Ekonom Indef Bhima Yudisthira menilai, defisitnya neraca perdagangan menunjukkan bahwa industri manufaktur nasional masih tertekan. "Ini mengindikasikan manufaktur sedang tertekan," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Kendati defisit menurun, Bhima menilai kinerja neraca perdagangan belum bisa dikatakan membaik. Pasalnya, kata dia, ekspor hanya tumbuh 1,28%. Perbaikan datang dari merosotnya impor sebesar 5,62%. Jika dirinci, impor yang turun adalah bahan baku (-11%), disusul impor barang modal (-2,16%). "Padahal dua jenis impor tersebut digunakan untuk proses produksi manufaktur," imbuhnya.



Sebagai indormasi, neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2019 lalu mengalami defisit sebesar USD30 juta. Angka ini lebih rendah dibandingkan neraca dagang bulan November 2019 yang mengalami defisit sebesar USD1,38 miliar.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak