Negara Berkembang Babak Belur, Cetak Rekor Tagihan Utang Rp22.300 Triliun

Rabu, 04 Desember 2024 - 08:31 WIB
loading...
Negara Berkembang Babak...
Logo Bank Dunia terlihat pada pertemuan tahun ini antara Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional di Washington, AS. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Bank Dunia (World Bank) melaporkan, negara berkembang mencetak rekor tagihan utang USD1,4 triliun atau setara Rp22.300 triliun untuk membayar utang luar negeri mereka pada 2023 akibat biaya bunga naik ke level tertinggi dalam 20 tahun terakhir. Kondisi tersebut menekan anggaran untuk kebutuhan, termasuk perawatan kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.

Laporan Utang Internasional Bank Dunia terbaru menunjukkan total pembayaran bunga utang luar negeri dari negara-negara berkembang melonjak menjadi USD406 miliar, dengan beban paling berat pada negara-negara termiskin. Negara-negara ini, yang memenuhi syarat untuk meminjam dari International Development Association Bank Dunia, membayar rekor USD96,2 miliar pada 2023.

Baca Juga: Negara-negara BRICS Bereaksi Terhadap Ancaman Tarif 100% Trump

Meskipun pembayaran pokok pinjaman mereka turun hampir 8% menjadi USD61,6 miliar, biaya bunga melonjak ke titik tertinggi sepanjang masa sebesar USD34,6 miliar pada 2023, empat kali lipat dari jumlah satu dekade yang lalu.
Bank Dunia mengatakan bahwa secara rata-rata, negara-negara yang memenuhi syarat untuk mendapatkan IDA sekarang menghabiskan rata-rata 6% dari pendapatan ekspor mereka untuk membayar utang luar negeri, tingkat yang belum pernah terjadi sejak tahun 1999.

Untuk beberapa negara, pembayarannya mencapai 38% dari pendapatan ekspor. Secara terpisah, sebuah kelompok perdagangan perbankan melaporkan bahwa total stok utang dunia melonjak sebesar USD12 triliun pada kuartal III-2024 ke rekor hampir USD323 triliun.

Institute of International Finance juga mengatakan bahwa utang pemerintah dapat meningkat sepertiga menjadi USD130 triliun pada 2028 jika defisit anggaran pemerintah yang terus meningkat tidak dapat dikendalikan, dan bahwa risiko pembayaran kembali meningkat.

Bank Dunia melaporkan, pada akhir 2023, utang luar negeri yang dimiliki oleh semua negara berpenghasilan rendah dan menengah mencapai rekor USD8,8 triliun, naik 8% dari tahun 2020. Tekanan pada negara-negara termiskin telah memaksa mereka untuk beralih ke lembaga multilateral, termasuk Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF).

Baca Juga: China Krisis Perbankan, Warga Kesulitan Tarik Dana dari Rekening Pribadi

Lembaga-lembaga ini telah memompa USD51 miliar lebih banyak pada tahun 2022 dan 2023 daripada yang mereka kumpulkan dalam pembayaran cicilan utang, kata laporan Bank Dunia.

"Lembaga-lembaga multilateral telah menjadi penyelamat terakhir bagi negara-negara miskin yang berjuang untuk menyeimbangkan pembayaran utang dengan pengeluaran untuk kesehatan, pendidikan, dan prioritas pembangunan utama lainnya," ujar Kepala Ekonom Bank Dunia Indermit Gill dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Rabu (4/12/2024). Seraya menambahkan, lembaga-lembaga tersebut tidak dirancang sebagai pemberi pinjaman terakhir.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
Terancam Bangkrut? 27...
Terancam Bangkrut? 27 Negara Panik Amankan Dana Darurat Bank Dunia
IMF Peringatkan AI Bisa...
IMF Peringatkan AI Bisa Bobol Sistem Perbankan Dunia dalam Hitungan Detik!
Sahabat Lolly Tagih...
Sahabat Lolly Tagih Utang Rp30,8 Juta, Diduga Uang Mengalir ke Vadel Badjideh
PBB Hampir Kolaps, AS...
PBB Hampir Kolaps, AS Janji Segera Bayar Tunggakan Iuran Rp33,6 Triliun
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Rekomendasi
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Aturan Perjalanan Piala...
Aturan Perjalanan Piala Dunia 2026 Dinilai Tak Adil, Iran Ngadu ke FIFA
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Berita Terkini
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Diskon Tarif Transportasi...
Diskon Tarif Transportasi hingga 30% Kembali Menyapa selama Periode Libur Sekolah 2026
Dorong Ekonomi Hijau,...
Dorong Ekonomi Hijau, Kapal Api Group Rehabilitasi Mangrove di Semarang
Ini Daftar PLTU Terdampak...
Ini Daftar PLTU Terdampak Krisis Pasokan Batu Bara di Pulau Jawa
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved