alexametrics

Perlambatan Laju ULN Swasta Jadi Sinyal Penurunan Aktivitas Domestik

loading...
Perlambatan Laju ULN Swasta Jadi Sinyal Penurunan Aktivitas Domestik
Perlambatan laju Utang Luar Negeri (ULN) swasta dinilai karena adanya penurunan aktivitas ekonomi domestik sehingga mendorong penurunan kebutuhan pembiayaan investasi. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Perlambatan laju Utang Luar Negeri (ULN) swasta dinilai karena adanya penurunan aktivitas ekonomi domestik sehingga mendorong penurunan kebutuhan pembiayaan investasi. Ditambah penyusutan ekspansi bisnis di beberapa sektor ekonomi domestik yang pada akhirnya mendorong perlambatan ULN swasta khususnya korporasi non lembaga keuangan.

"Perlambatan kinerja sektor-sektor ekonomi domestik juga dipengaruhi terutama oleh tren perlambatan ekonomi global yang cukup berdampak menekan investasi dan kinerja ekspor nasional," jelas Ekonom Bank Permata Josua Pardede saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (15/1).

Lebih lanjut dia menerangkan, perlambatan investasi sedikit banyak dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi global juga pada akhirnya berpengaruh pada utang luar negeri. "Perlambatan ekonomi domestik khususnya berpengaruh secara negatif pada investasi dan kinerja ekspor," jelasnya.



Sambung dia menambahkan, hingga bulan November 2019, posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia berada pada USD 401,45 miliar meningkat 8,29% secara yoy atau lebih tinggi USD30.72 miliar dibandingkan November 2018. Namun utang sektor publik dan swasta tumbuh 8,3% secara tahunan (yoy) atau melambat dibandingkan laju Oktober 2019, yaitu 12%.

Sementara itu, ULN sektor swasta mencapai USD200,1 miliar atau berkisar Rp2.801,4 triliun. Posisi tersebut tumbuh 6,9% (yoy), melambat dibandingkan posisi Oktober di 10,7%. "Dilihat dari sisi pertumbuhannya, pertumbuhan ULN swasta tercatat 6,9% yoy, melambat dari akhir tahun lalu yang tercatat 11,2% yoy," paparnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak