alexametrics

Konsultasi

Kayu Mulai Langka dan Mahal, Ada Kusen Alternatif dari Pelat Baja

loading...
Kayu Mulai Langka dan Mahal, Ada Kusen Alternatif dari Pelat Baja
Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam membangun rumah adalah kusen. Kusen merupakan unsur pembatas antara dinding dan daun pintu atau daun jendela. Bahan baku pembuatan kusen umumnya dari kayu, meski saat ini ada inovasi baru berbahan baku alumunium dan beton.

Kusen berbahan baku kayu sangat disukai masyarakat Indonesia pada umumnya. Selain kelenturan bahan yang membuat kusen kayu bisa dibentuk sedemikian rupa, bahan baku kayu juga dapat dengan mudah ditemukan di seluruh pelosok Indonesia.

Keindahan serat dan profil kusen menjadi daya tarik dari pada bahan baku kusen lain. Jenis kayu yang memiliki kekuatan dan kebanyakan dipakai untuk rumah di Tanah Air antara lain kayu jati. Kayu ini memiliki bobot sangat kuat, memiliki serat sangat bagus, dan mengandung unsur minyak sehingga tahan terhadap air dan rayap.



Kayu jati bisa didapatkan secara mudah karena masih banyak orang yang menanamnya. Namun, saat ini untuk mendapatkan kayu jati yang berkualitas baik sedikit sulit karena kayu jati yang banyak beredar di pasaran tergolong sangat muda.

Biasanya untuk membuat kusen dari kayu jati berkualitas baik, orang sering menggunakan bahan baku bekas dari rumah-rumah zaman dahulu. Jenis kayu yang kedua adalah kayu merbau. Kayu merbau memiliki kekuatan sangat bagus, juga punya serat yang menarik. Karena memiliki kandungan minyak, kayu merbau pun tahan terhadap rayap dan air. Kayu merbau umumnya tumbuh di daerah hutan hujan tropis, yaitu Kalimantan dan Papua. Saat ini kayu merbau menjadi salah satu bahan baku yang harganya cukup tinggi.

Bahan baku kusen kayu yang lain adalah kusen glugu. Kusen ini terbuatdari kayu kelapa. Seratnya yang sangat bagus dan profilnya yang sangat lurus seringkali digunakan untuk bangunan bernilai senitinggi.

Kusen kayu kelapa yang direkomendasikan berasal dari Sulawesi karena biasanya sudah berumur lebih dari 60 tahun, sehingga kekuatan dan corak seratnya menjadi daya tarik yang disukai masyarakat.

Kusen kayu selanjutnya terbuat dari kayu meranti. Kusen kayu meranti memiliki harga lebih murah dari pada jenis kayu yang dipaparkan di atas. Karena itu, masyarakat yang memiliki bujet terbatas lebih condong menggunakan bahan kayu meranti sebagai kusen.

Jenis kayu meranti terbagi menjadi tiga, yaitu kayu meranti putih, kuning, dan merah. Kayu meranti merah memiliki kekuatan lebih baik dari pada yang putih dan kuning.

Alternatif Kusen Pelat Baja

Selain kusen berbahan baku kayu, saat ini terdapat alternatif bahan baku kusen yang terbuat dari pelat baja. Penggunaan kusen ini dilatarbelakangi sulitnya mendapatkan bahan baku yang baik. Selain itu, untuk wilayah tertentu dengan kondisi tanah lembap, kusen kayu mudah keropos.

Kusen pelat baja berbahan baku pelat berketebalan 0,8 mm. Bahan baku ini dibuat dengan teknik khusus. Pertama, pelat baja ditekuk menggunakan alat khusus yang biasanya tersedia di toko bubut. Polanya seperti tekukan balok untuk kusen pintu atau jendela. Untuk satu batang balok yang sudah terbentuk pola kusen, diperlukan pelat hitam sekitar 21 cm dengan panjang sesuai panjang pelat sekitar 2,8 meter.

Satu lembar pelat besi dapat dibagi menjadi empat batang balok. Setelah balok terbentuk, tinggal dirakit sesuai kebutuhan untuk kusen pintu atau kusen jendela. Untuk membentuk kusen pintu atau jendela tentu saja dengan cara di las.

Soal harga, kusen pelat baja jauh lebih murah dari pada kusen kayu. Kalau dihitung secara satuan mulai bahan hingga pembuatan, pembuatan kusen pelat baja memerlukan biaya Rp175.000 per kusen. Sementara kusen berbahan baku kayu memerlukan biayaRp500.000-Rp1 juta per kusen.

Di samping lebih murah, kusen pelat baja memiliki kekuatan dan daya tahan lebih lama. Namun, kusen pelat baja memiliki kelemahan dari sisi seni karena bentuknya yang sangat kaku. Untuk itu, kusen ini dalam finishing lebih cocok menggunakan cat duco. Kusen pelat baja sangat cocok digunakan di wilayah yang memiliki kelembapan tinggi.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak