alexametrics

Komitmen OJK di 2020, Siap Jaga Ketat Aturan Main

loading...
Komitmen OJK di 2020, Siap Jaga Ketat Aturan Main
OJK menegaskan komitmen untuk memperketat aturan main di pasar keuangan nasional. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siapkan lima kebijakan strategis di 2020 demi ekosistem jasa keuangan berdaya saing dan berperan optimal. Hal ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020 yang dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta, hari ini.

Dia menjelaskan, terdapat lima kebijakan strategis OJK 2020. Strateginya adalah peningkatan skala ekonomi industri keuangan dengan meningkatkan jumlah modal minimum secara bertahap. OJK juga akan mempercepat konsolidasi dengan kebijakan insentif dan disentif termasuk exit policy-nya.

"Kami akan memperketat perizinan usaha di perusahaan efek. Nanti akan dibagi sesuai tingkat modalnya," ujar Wimboh di Jakarta, Kamis (16/1/2020).



OJK juga akan terus memperketat pengawasan lintas sektor atau regulatory & supervisory gap di antara setiap sektor jasa keuangan. Ini demi harmonisasi di seluruh sektor jasa keuangan dari sisi pengaturan dan pengawasan, maupun penegakan aturan terutama di Industri Keuangan Non Bank.

"Kami akan ketat kepada market maker di bursa saham terutama yang memiliki kapitalisasi pasar kecil. Diharapkan akan meminimalkan potensi goreng menggoreng saham. Lalu kami juga mengadopsi konsep investment bank," ujarnya.

Di industri pasar modal, peningkatan penerapan governance, transparansi dan enforcement menjadi fokus utama OJK untuk meningkatkan integritas pasar dan kepercayaan investor. Selama tahun 2019, OJK telah melakukan pembatasan penjualan reksa dana tertentu pada 37 manajer investasi serta memberikan sanksi kepada 3 Akuntan Publik.

Penyempurnaan ekosistem pasar modal telah dimulai melalui penguatan pengaturan dan pengawasan, proses penawaran emisi, aktivitas perdagangan sampai dengan kewajaran valuasi instrumen. Sementara, aktivitas penghimpunan dana melalui penawaran umum di pasar modal pada 2019 tercatat mencapai Rp166,8 triliun, dengan tambahan 60 emiten baru.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak