alexametrics

Kesepakatan Damai AS-China, BI Harap Ada Sinyal Positif ke Ekonomi

loading...
Kesepakatan Damai AS-China, BI Harap Ada Sinyal Positif ke Ekonomi
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Amerika Serikat dan Republik Rakyat China sepakat menandatangani kesepakatan perdagangan fase pertama, mengakhiri sengketa dagang yang telah berlangsung sekitar dua tahun.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo menilai, ditandatanganinya kesepakatan dagang fase pertama dapat memberi sinyal positif bagi pelaku pasar keuangan yang selama ini mengambil posisi wait and see.

"Risiko volatilitas aliran modal mereda yang akan berdampak pada stabilitas yang semakin kondusif," kata Doddy saat dihubungi di Jakarta, Jumat (17/1/2020).



Selanjutnya, dampak ke perbaikan sektor riil akan dipengaruhi fase-fase deal berikutnya yang diharapkan akan juga dapat dicapai. "Sehingga dapat memberikan dampak positif pada perbaikan pertumbuhan ekonomi global," ungkap dia.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira menuturkan, kesepakatan dagang fase pertama AS-China masih terlalu prematur dan belum menjawab isu yang sifatnya struktural. Tidak semua tarif produk AS maupun China di turunkan, jadi perang dagang sebenarnya masih berlanjut.

"Kondisi ini membawa sikap skeptis dari pengusaha, khususnya eksportir bahwa perang dagang belum benar selesai di tahun 2020," kata dia. Artinya sinyal perlambatan ekonomi global masih akan berlanjut. "Kami menunggu kesepakatan dagang fase kedua yang lebih kongkrit dan bicara hal mendasar," imbuhnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak