alexametrics

Proyek Kilang Pertamina Optimalkan Penggunaan Komponen Lokal

loading...
Proyek Kilang Pertamina Optimalkan Penggunaan Komponen Lokal
Dirut Pertamina Nicke Widyawati penandatangan kerja sama percepatan pembangunan kilang di fasilitas produksi alat berat PT Barata Indonesia (Persero) di Gresik, Jatim, Senin (20/1/2020). Foto/Nanang Wijayanto
A+ A-
GRESIK - PT Pertamina (Persero) berkomitmen mengoptimalkan penggunaan komponen dalam negeri (Tingkat Komponen Dalam Negeri/TKDN) untuk melaksanakan program pembangunan kilang. Hal itu ditandai dengan komitmen kerja sama antara Pertamina dengan PT Barata Indonesia (Persero) sebagai sub mentor manufaktur tim percepatan pembangunan kilang.

"Kita telah mengetahui kemampuan Barata. Langkah awal ini bagaimana kita membangun kilang yang sangat besar tetapi juga melihat TKDN," ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati di sela acara pendatanganan komitmen bersama pembangunan kilang, di komplek pabrikan Barata Indonesia, di Gresik, Jawa Timur, Senin (20/1/2020).

Menurut dia Barata Indonesia memiliki kompetensi dan juga pengalaman panjang dalam membangun infrastruktur di industri minyak dan gas bumi. Sebab itu ditunjuk sebagai koordinator klaster industri manufaktur BUMN termasuk dalam pembangunan kilang.



Selain Barata, perusahaan yang menjadi anggota antara lain PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Rekayasa Industri dan PT Tuban Petrochemical Industries. Penugasan Barata Indonesia tersebut juga dilatarbelakangi sebagai upaya pemerintah meningkatkan TKDN dalam program megaproyek kilang Pertamina. Sebab itu sinergi tersebut penting dilakukan untuk mendorong percepatan pembangunan kilang.

"Kalau cuma didorong dari sisi manufaktur atau Front End Engineering Design (FEED) tidak akan berjalan lancar sehingga perlu keterlibatan Rekayasa Industri untuk menjalankan engineering, procurement and construction sebagai motor yang memantik industri nasional," kata dia.

Direktur Mega Proyek dan Petrokimia Pertamina Ignatius Talulembang menjelaskan melalui sinergi tersebut ditargetkan penggunaan komponen lokal rata-rata meningkat 40-50% dari investasi seluruh program pembangunan kilang mencapai USD60 miliar. Sehingga pengembangan kilang melalui RDMP dan GRR memberikan manfaat ekonomi yang besar.

"Jadi TKDN ini kita meminta tidak hanya 30-35%. TKDN rata-rata 40-50% dari seluruh program pembangunan kilang. Kami dorong supaya kontraktor untuk pengadaan konten lokalnya," kata dia.

Sebagaimana diketahui, Pertamina sebagai perusahaan BUMN energi melakukan berbagai terobosan kebijakan dengan melaksanakan program revitalisasi kilang (Refinery Development Master Plan/RDMP) dan pembangunan kilang baru (Grass Root Refinery/GRR). Terkait terobosan tersebut, Pertamina melaksanakan program RDMP pada Kilang Balikpapan, Kilang Dumai, Kilang Balongan dan Kilang Cilacap serta program GRR pada Kilang Tuban dan Kilang Bontang. Apabila program RDMP dan GRR berjalan sesuai rencana maka kapasitas kilang nasional akan meningkat signifikan.

"Kapasitas kilang yang saat ini sekitar 1 juta bph akan meningkat dua kali lipat menjadi 2 juta bph pada tahun 2026 mendatang," kata dia.

Sementara itu, Direktur Utama Barata Indonesia Fajar Harry Sampurno mengatakan bahwa kerja sama itu menindaklanjuti keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Keputusan Nomor : 284/MBU/11/2019 yang telah menunjuk Barata Indonesia menjadi anggota tim percepatan pembangunan kilang minyak. Penugasan yang diterima Barata Indonesia beserta dengan beberapa perusahaan lain adalah menyelesaikan proyek kilang sebagai program strategis nasional.

"Penugasan Barata Indonesia sebagai upaya pemerintah meningkatkan persentase TKDN dalam megaproyek kilang Pertamina," kata dia.

Harry menambahkan, Barata Indonesia juga beberapa kali terlibat dalam beberapa proyek di sektor migas, di antaranya LPG Spherical Tank Pulau Layang 2x1500 MT, TBBM Tegal Cap. 14600KL, RFCC Pertamina UP IV Cilacap, Hanasudin Avtur Storage Integrated System, Fuel Tank RU V Balikpapan, dan lain-lain.

Sementara di bidang komponen peralatan utama kilang Barata telah berhasil memproduksi Tanks, BFW Pre Heater, Water Cooled Condenser, LT Shift Converter, SS Clad Heat Exchanger, Decoke Drums, CCR Platforming Reactor, Separator, dan komponen peralatan lainnya.

"Kami berharap partisipasi perusahaan dalam proyek kilang ini dapat mendorong daya saing industri dalam negeri sekaligus dukungan perseroan dalam rangka kemandirian energi nasional," kata dia.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak