alexametrics

Sriwijaya Air Bidik 8% Pangsa Pasar Penerbangan Tahun 2020

loading...
Sriwijaya Air Bidik 8% Pangsa Pasar Penerbangan Tahun 2020
Direktur Utama Sriwijaya Air Group Jefferson Jouwena memperkenalkan jajaran direksi Sriwijaya, di kantor Sriwijaya Air, Tangerang, Senin (20/1/2020). Foto/SINDOnews/Ichsan Amin
A+ A-
JAKARTA - Maskapai Sriwijaya Air menargetkan bisa meraih market share (pangsa pasar) penerbangan hingga 8% tahun ini. Caranya, dengan memaksimalkan jumlah armada yang ada, yaitu 14 pesawat Sriwijaya Air dan 11 pesawat Nam Air.

“Target 8% ini tidak muluk-muluk mengingat tahun lalu market share kami turunnya signifikan 10%. Salah satu strateginya kami akan menyasar generasi milenial, termasuk memaksimalkan kapasitas armada yang ada,” kata Direktur Utama Sriwijaya Air Group Jefferson Jouwena saat memperkenalkan jajaran direksi Sriwijaya, di kantor Sriwijaya Air, Tangerang, Senin (20/1/2020).

Dalam rangka memaksimalkan armada pesawat, Jefferson mengungkapkan bahwa bulan ini akan ada tambahan tiga pesawat. Tambahan pesawat tersebut merupakan pesawat lama yang sebelumnya sempat tertahan di pusat bengkel pesawat.



Sriwijaya Air saat ini juga tengah mengkaji sejumlah rute potensial, untuk selanjutnya disusul dengan tambahan frekuensi penerbangan. “Saya kira di tengah isu pemerintah mendorong pariwisata pada destinasi menarik di dalam negeri akan kami dukung terus. Termasuk sektor penerbangan charter flight akan kami seriusi seperti charter dengan China. Jangan hanya ke Denpasar saja, bisa ke Silangit, Yogyakarta, dan destinasi prioritas lainnya," tuturnya.

Pihaknya memastikan tidak akan ada pembelian pesawat baru dalam waktu dekat. Terlebih, masih ada beberapa unit pesawat yang masih dalam perawatan dan menunggu untuk dioperasikan kembali.

Jefferson mengakui sejak tahun lalu ada beberapa rute yang operasionalnya dikurangi dan bahkan dihentikan. Misalnya, rute Jakarta-Banyuwangi dari sebelumnya dua kali per hari dan Jakarta-Malang dari sebelumnya tiga kali per hari menjadi nihil. "Kami mencoba mengembalikan kepercayaan masyarakat dulu. Tahap awal adalah mengembalikan alat produksi menjadi normal," pungkasnya.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak