alexametrics

Bangun Petrokimia, Kemenkeu Beri Insentif Pajak untuk Chandra Asri

loading...
Bangun Petrokimia, Kemenkeu Beri Insentif Pajak untuk Chandra Asri
ekerja beraktivitas di areal komplek PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), Cilegon, Banten, Rabu (28/2/2018). Foto/Dok SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyetujui PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri) mendapatkan perolehan Tax Holiday untuk pengembangan kompleks petrokimia kedua yang dibangun oleh PT Chandra Asri Perkasa.

Tax Holiday tersebut meliputi pembayaran Pajak Penghasilan Badan Chandra Asri Perkasa pada 20 tahun pertama beroperasi sebesar 100%, serta 2 tahun berikutnya sebesar 50%.

Tax Holiday, yang diberikan kepada industri pionir ini, merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong investasi di Indonesia dan memacu pertumbuhan ekonomi.



“Kami menyampaikan apresiasi tertinggi kepada Kementerian Keuangan dan Pemerintah Indonesia atas dukungan yang berkelanjutan terhadap peningkatan iklim investasi secara keseluruhan dan kemudahan dalam melakukan bisnis," ujar Presiden Direktur Chandra Asri Erwin Ciputra di Jakarta, Selasa (21/1/2020)

Dia melanjutkan, kebijakan ini tidak hanya akan membantu para pelaku bisnis seperti Chandra Asri dalam mengamankan investasi yang dibutuhkan. "Ini juga menandakan komitmen Indonesia untuk menarik investor," jelasnya.

Saat ini, Indonesia merupakan net importir produk petrokimia dengan lebih dari 50% Olefins dan Polyolefins yang telah diimpor. Beroperasinya Chandra Asri Perkasa nanti akan membantu mengurangi impor produk petrokimia Indonesia, meningkatkan perekonomian hilir dalam negeri, serta meningkatkan neraca pembayaran negara.

Sebagai informasi, kompleks petrokimia kedua Chandra Asri akan melipatgandakan kapasitas produksi dari saat ini empat juta ton per tahun menjadi delapan juta ton per tahun dengan diversifikasi produk mulai dari Polyethylene, Polypropylene, aromatics (Benzene, Toluene, and Xylene), Mixed C4 dan Py-Gas.

Produk-produk tersebut pada akhirnya digunakan untuk memproduksi kemasan, pipa, kabel, kendaraan, dan barang-barang rumah tangga konsumen, yang ditujukan untuk memenuhi permintaan domestik yang terus meningkat.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak