alexametrics

Sri Mulyani Menakar Dampak Wabah Virus China ke Perekonomian

loading...
Sri Mulyani Menakar Dampak Wabah Virus China ke Perekonomian
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani masih menakar dampak penyebaran wabah virus yang berasal dari China atau yang disebut virus Corona terhadap perekonomian. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani masih menakar dampak penyebaran wabah virus yang berasal dari China atau yang disebut virus Corona terhadap perekonomian. Sebelumnya wabah virus China telah membuat kalangan investor cemas, lantaran dikhawatirkan mengganggu perekonomian hingga akhirnya berdampak membuat Wall Street serta bursa saham Asia anjlok.

"Dari sisi potensi, kita harus melihat dari sisi regional global karena menyangkut hal yang mungkin muncul lebih banyak yang bisa tertranmisikan sama seperti SARS atau H1N1. Potensi ini yang kita lihat dampaknya," ujar Menkeu Sri Mulyani di Gedung Kemenkeu di Jakarta, Rabu (22/1/2020).

Lebih lanjut Ia menerangkan, pemerintah sudah melakukan antisipasi agar penyebaran virus Corona tidak masuk ke Indonesia. Ia juga mengaku sudah memberikan instruksi kepada Kementerian Kesehatan dan stakeholder lainnya sudah melakukan koordinasi untuk melakukan langkah mitigasi salah satunya di bandara.



"Pengaruhnya dari sisi penyakit dan ancaman dan kita meminta Menkes serta telah membuat langkah-langkah dan bahkan langkah di airport. Dan berbagai RS dan lembaga termasuk industri yang berhubungan dengan virus dan kesehatan lain. Kami terus berkoordinasi," jelasnya.

Sebelumnya dikabarkan jumlah yang tewas akibat virus ini di China telah mencapai 6 orang dengan lebih dari 130 kasus baru selama akhir pekan. Termasuk salah satunya ditemukan di Beijing dan selatan China untuk pertama kalinya. Satu kasus baru juga dilaporkan di Korea Selatan pada Senin.

Lonjakan kasus menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana virus ditularkan dan menambah kekhawatiran tentang penyebaran penyakit menjelang musim liburan di China. Bahkan sempat diberitakan wabah virus China telah menyebar hingga AS untuk membuat investor cemas.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak