alexametrics

Menko Luhut: Indonesia Mitra Terbaik untuk Berbisnis

loading...
Menko Luhut: Indonesia Mitra Terbaik untuk Berbisnis
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Foto/Dok. SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan di pertemuan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, mengatakan bahwa perubahan dan kemajuan luar biasa sedang terjadi di Indonesia, salah satu negara paling beragam dan kaya secara alami di dunia.

"Kami mengundang Anda semua untuk terbang dan mengunjungi Indonesia demi benar-benar merasakan, mendengar, dan mengalami keindahan serta keanekaragaman di Indonesia," ujar Luhut seperti dikutip dalam keterangan resminya, Rabu (22/1/2020).

Luhut menambahkan, Indonesia adalah mitra terbaik untuk investasi dan bisnis di dunia. Luhut menegaskan, Indonesia adalah negara yang terbuka, serta menjunjung tinggi persatuan dalam keberagaman yang tercermin dalam semboyan negara ini, Bhineka Tunggal Ika.



"Di sini, di Davos, para pemimpin bersatu, para pemikir, penggerak terbaik berkumpul, bekerja sama untuk dunia yang lebih baik, peradaban baru yang lebih berkelanjutan. Indonesia juga semakin terbuka," tandasnya.

Kemudian, Menko Luhut juga menguraikan mengenai kebijakan strategis Indonesia, khususnya untuk lima tahun ke depan. Luhut menyerukan kepada dunia internasional bahwa pembangunan berkelanjutan adalah tujuan bersama yang harus diraih dengan bekerja bersama.

"Kita perlu bermitra dan bekerja bersama-sama dengan elemen-elemen besar yakni, bisnis, intelektual, dan pemerintah. Semua harus saling bermitra dalam aksi, tindakan untuk dunia yang lebih baik, aksi untuk ekonomi yang lebih baik, aksi untuk modal manusia yang lebih baik, aksi untuk iklim yang lebih baik, aksi untuk peradaban yang lebih baik dan masa depan yang berkelanjutan bagi kita, anak-anak kita, cucu-cucu kita untuk hidup bersama," tandasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak