alexametrics

Kronologis Erick Thohir Pinang Irfan Setiaputra jadi Dirut Garuda

loading...
Kronologis Erick Thohir Pinang Irfan Setiaputra jadi Dirut Garuda
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto/Dok SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menceritakan mengenai Menteri BUMN Erick Thohir yang meminangnya sebagai Dirut. Dia mengaku telah dihubungi Erick Thohir di awal Januari.

Saat diminta menjadi Dirut, alumnus ITB itu masih mempertimbangkan tawaran tersebut mengingat posisi menjadi Dirut maskapai pelat merah tersebut tidaklah mudah.

"Saya dihubungi itu awal Januari sama Pak Erick, ngomong-ngomong. Seperti saya sampaikan ke beberapa teman-teman (media) yang nanya, memang diskusinya masih dini pada waktu itu dan ada banyak diskusi setelah itu juga dengan pak wamen (wakil menteri BUMN) mengenai kemungkinan saya di Garuda. Prosesnya seperti itu," ujarnya saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon di Jakarta, Rabu (22/1/2020).



Irfan pun sempat merasa gugup saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Garuda Indonesia digelar hari ini, lantaran rapat akhirnya memutuskan penunjukan dirinya menjadi Dirut.

"Sempat deg-degan dari tadi malam, terpikir juga bagaimana hasil assesment-nya. Sampai akhirnya hari ini diumumkan (penunjukan Dirut). Jadi, secara assesment mudah-mudahan saya memenuhi kriteria," tutur pria kelahiran 24 Oktober 1964.

Dengan latar belakang dan pengalaman yang bukan dari dunia penerbangan, Irfan bertekad untuk mempelajari dan mencari cara menangani masalah-masalah yang selama ini menerpa Garuda, sehingga ke depannya maskapai kebanggaan Indonesia ini bisa lebih baik.

"Saya cuma sampaikan bahwa saya bukan dari industri ini. Kalau Anda lihat track record saya orang IT lalu tiba-tiba kerja di perusahaan multinasional, tentu ini akan menantang. Jadi, saya mohon bantuannya," pungkasnya.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak