alexametrics

Omnibus Law Diklaim Bikin Indonesia Makin Dilirik Jadi Tujuan Utama Investasi

loading...
Omnibus Law Diklaim Bikin Indonesia Makin Dilirik Jadi Tujuan Utama Investasi
Menperin mengatakan, para calon investor kini mulai tertarik mengincar Indonesia sebagai negara tujuan utama investasi karena mereka melihat adanya perubahan dan pembaruan kebijakan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, para calon investor kini mulai tertarik mengincar Indonesia sebagai negara tujuan utama investasi karena mereka melihat adanya perubahan dan pembaruan kebijakan yang dapat memudahkan dalam menjalankan usaha. Contohnya mengenai rencana penerbitan omnibus law.

“Ada sekitar 11 klaster yang dibahas dalam RUU omnibus law Cipta Lapangan Kerja. Ada klaster-klaster yang membuat Indonesia menjadi negara yang menarik bagi calon investor. Misalnya tentang mengatur adanya penyediaan lahan yang lebih mudah, dan tentang ketenagakerjaan. Regulasi ini sangat penting, yang membuat Indonesia semakin atraktif bagi calon-calon investor,” papar Menteri Agus dalam keterangannya di Davos, Kamis (23/1/2020).

Sambung Agus menambahkan, pemerintah telah memfasilitasi pembangunan sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus dan Kawasan Industri terintegrasi guna menampung para calon investor sektor industri yang berminat masuk ke Indonesia. Bahkan, pemerintah juga fokus dalam upaya pengembangan sektor industri kecil dan menengah (IKM).



“Pemerintah juga mendorong daya saing IKM, dengan mendapatkan akses yang lebih baik, mulai dari penyediaan bahan baku hingga perizinan. Selain itu, kami telah mengajak mereka untuk bisa go digital. Kami pun mendorong penerapan SNI untuk melindungi pasar dan konsumen dalam negeri,” imbuhnya.

Di samping itu, dalam upaya menghadapi perkembangan era industri 4.0, pemerintah telah menetapkan program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai agenda prioritas nasional. Hal ini guna merebut peluang bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia hingga tahun 2030.

“Oleh karena itu, Kemenperin telah menjalankan berbagai langkah strategis dalam menciptakan SDM industri yang kompeten, seperti peluncuran program pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri,” tutur Agus.

Lebih lanjut, pemerintah juga sudah memfasilitasi pemberian insentif fiskal berupa super deduction tax untuk mengajak pelaku industri terlibat dalam pelaksanaan pendidikan vokasi dan kegiatan litbang. “Jadi, dengan SDM terampil dan inovasi, merupakan kunci untuk industri kita bisa lebih berdaya saing di kancah global,” tandasnya.

Langkah strategis lainnya yang akan difokuskan pemerintah dalam upaya pengembangan sektor industri, di antaranya adalah menjaga ketersediaan bahan baku agar produktivitas berkelanjutan. Kemudian, sedang dupayakan untuk mendapat energi lebih mudah dengan harga kompetitif seperti listrik dan gas industri. “Hal itu tentunya akan mengakselerasi jalannya hilirisasi industri,” pungkas Menperin.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak