Dena Hendriana Didapuk Jadi Direktur Produksi PT Dirgantara Indonesia, Ini Profilnya
Jum'at, 20 Desember 2024 - 15:16 WIB
loading...
Dena Hendriana didapuk sebagai direktur produksi PT Dirgantara Indonesia. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Dirgantara Indonesia menunjuk Dena Hendriana sebagai direktur produksi. Dena Hendriana, yang merupakan Kepala Program Studi Master of Mechatronics Swiss German University, memiliki pengalaman kerja dan penelitian selama lebih dari dua dekade di bidang mekatronika, aerodinamika, dan teknologi manufaktur untuk mendukung transformasi industri kedirgantaraan nasional.
Lulusan S1 Northeastern University dan S2 serta S3 Massachusetts Institute of Technology ini memulai karirnya dengan pendidikan dan penelitian di Massachusetts Institute of Technology (MIT), di mana ia mengembangkan metode numerik untuk simulasi aliran fluida yang efisien. Penelitian ini menjadi dasar kuat untuk karirnya di perusahaan internasional seperti General Motors, Chrysler, EXA Corporation dan Ford Motor Company di Amerika Serikat.
Baca Juga: Daftar 22 BUMN yang Direksi dan Komisaris Dirombak Erick Thohir
Di Ford, ia mengembangkan perangkat aerodinamis inovatif seperti spoiler dan diffuser yang meningkatkan efisiensi bahan bakar dan performa kendaraan. Pengalaman ini menghubungkan teknologi canggih dengan aplikasi dunia nyata, menjadikannya ahli di bidang aerodinamika dan desain sistem.
Sekembalinya ke Indonesia, Dena Hendriana sempat menjabat sebagai dosen, peneliti serta Direktur Center for Computational Fluid Dynamics di Universitas Surya Serpong, memimpin penelitian pada aplikasi teknologi untuk keberlanjutan, termasuk energi terbarukan dan otomasi pertanian. Penelitiannya mendukung efisiensi dan inovasi di sektor energi dan agrikultur.
Di Swiss German University (SGU), sejak 2015, Dena Hendriana memimpin Program Studi Master of Mechatronics. Kepemimpinannya membuat program ini terdepan dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0, dengan kurikulum berbasis praktik yang mengintegrasikan teknologi seperti robotika dan sistem kendali cerdas.
Ia juga mengajar di bidang Termodinamika, Mekanika Fluida, dan Metodologi Penelitian, meningkatkan kompetensi mahasiswa dan menanamkan nilai-nilai inovasi dan kolaborasi. Penelitian Dena Hendriana dalam efisiensi energi, otomasi industri, dan solusi keberlanjutan menjadi landasan proyek-proyek strategis di Indonesia dan global.
Lulusan S1 Northeastern University dan S2 serta S3 Massachusetts Institute of Technology ini memulai karirnya dengan pendidikan dan penelitian di Massachusetts Institute of Technology (MIT), di mana ia mengembangkan metode numerik untuk simulasi aliran fluida yang efisien. Penelitian ini menjadi dasar kuat untuk karirnya di perusahaan internasional seperti General Motors, Chrysler, EXA Corporation dan Ford Motor Company di Amerika Serikat.
Baca Juga: Daftar 22 BUMN yang Direksi dan Komisaris Dirombak Erick Thohir
Di Ford, ia mengembangkan perangkat aerodinamis inovatif seperti spoiler dan diffuser yang meningkatkan efisiensi bahan bakar dan performa kendaraan. Pengalaman ini menghubungkan teknologi canggih dengan aplikasi dunia nyata, menjadikannya ahli di bidang aerodinamika dan desain sistem.
Sekembalinya ke Indonesia, Dena Hendriana sempat menjabat sebagai dosen, peneliti serta Direktur Center for Computational Fluid Dynamics di Universitas Surya Serpong, memimpin penelitian pada aplikasi teknologi untuk keberlanjutan, termasuk energi terbarukan dan otomasi pertanian. Penelitiannya mendukung efisiensi dan inovasi di sektor energi dan agrikultur.
Di Swiss German University (SGU), sejak 2015, Dena Hendriana memimpin Program Studi Master of Mechatronics. Kepemimpinannya membuat program ini terdepan dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0, dengan kurikulum berbasis praktik yang mengintegrasikan teknologi seperti robotika dan sistem kendali cerdas.
Ia juga mengajar di bidang Termodinamika, Mekanika Fluida, dan Metodologi Penelitian, meningkatkan kompetensi mahasiswa dan menanamkan nilai-nilai inovasi dan kolaborasi. Penelitian Dena Hendriana dalam efisiensi energi, otomasi industri, dan solusi keberlanjutan menjadi landasan proyek-proyek strategis di Indonesia dan global.
Lihat Juga :