alexametrics

Miliarder George Soros: Dunia Lebih Baik Jika Trump dan Xi Jinping Tak Berkuasa

loading...
Miliarder George Soros: Dunia Lebih Baik Jika Trump dan Xi Jinping Tak Berkuasa
Miliarder George Soros melayangkan kritik keras kepada dua pemimpin negara dengan ekonomi terbesar di dunia yakni Amerika Serikat (AS) dan China. Foto/Dok Reuters, BBC
A+ A-
DAVOS - Miliarder George Soros melayangkan kritik keras kepada dua pemimpin negara dengan ekonomi terbesar di dunia yakni Amerika Serikat (AS) dan China. Dalam ajang World Economic Forum (WEF), Soros mengatakan Presiden Donald Trump adalah seorang yang mencari perhatian dan sangat narsis dimana telah melanggar batas konstitusi AS.

Dilansir BBC, Jumat (24/1/2020) miliarder yang juga seorang dermawan itu mengutarakan, Presiden China Xi Jinping menggunakan teknologi untuk mengatur semua kehidupan di Negeri Tirai Bambu -julukan China-. "Dunia akan menjadi tempat yang lebih baik jika mereka tidak berkuasa," kata Soros.

Dalam pidato tahunan di forum ekonomi dunia, para miliarder dan pemodal memperingatkan ancaman yang berkembang di antaranya terkait populisme dan perubahan iklim. Sementara itu mereka berjanji mengucurkan dana besar hingga USD1 miliar kepada jaringan Universitas global untuk mengatasi intoleransi.



Akan tetapu Davos yang merupakan penyokong besar bagi Partai Demokrat AS, menerangkan Beijing dan Washington menimbulkan ancaman besar bagi masyarakat secara luas. "Kedua (pemimpin) mencoba untuk memperluas kekuasaan mereka ke batasnya dan seterusnya," ungkap Soros.

"Trump bersedia mengorbankan kepentingan nasional untuk kepentingan pribadi dan ia akan melakukan hampir apapun untuk memenangkan pemilu kembali. Sebaliknya, Xi Jinping sangat ingin memanfaatkan kelemahan Trump dan menggunakan kecerdasan buatan untuk mencapai kendali penuh atas rakyatnya," ungkapnya.

Perang Dagang

Amerika Serikat dan China baru-baru ini baru saja meneken kesepakatan perdagangan untuk meredam perang dagang yang berkepanjangan, dimana kedua belah pihak sudah menetapkan bea masuk senilai miliaran dolar pada ekspor masing-masing.

Tapi Soros mengatakan Presiden Xi Jinping telah menahan perekonomian Cina, sementara Trump terlalu panas. "Pasar saham AS tinggi, tetapi tidak dapat disimpan di titik didih terlalu lama," ungkapnya.

Soros, seorang Yahudi yang selamat dari pendudukan Nazi dengan menempa dokumen identitas, menjadi terkenal karena keterlibatannya dalam devaluasi pound Inggris, yang dikenal sebagai Black Wednesday. Disamping itu Ia adalah sosok filantropis dan berbagai kegiatan politik telah membuatnya menjadi sosok yang memecah belah di Amerika Serikat, Eropa dan sekitarnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak