alexametrics

Produksi Jagung Petani Binaan Bayer di Sigi Capai Target

loading...
Produksi Jagung Petani Binaan Bayer di Sigi Capai Target
(kiri ke kanan) Direktur Bayer Indonesia Mohan Babu, Bupati Sigi M Irwan dan Direktur Eksekutif Yayasan Mercy Corps Indonesia Ade Soekadis bersama para petani melakukan panen perdana jagung pipilan. Foto/Dok Bayer
A+ A-
JAKARTA - Bantuan Bayer berupa instalasi fasilitas pengairan dan pendampingan teknis agronomi bagi petani di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mulai menuai hasil pertama yakni panen jagung pipilan kualitas grade A sebesar 7,9 ton per hektare (ha). Panen raya itu dipusatkan di Desa Kalawara, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

"Dukungan Bayer untuk bidang pertanian tersebut merupakan tahap final dari total bantuan Rp2,3 miliar untuk membantu pemulihan penghidupan petani Sigi pascagempa 2018 lalu," jelas Direktur Bayer Indonesia Mohan Babu melalui keterangan pers, Minggu (26/1/2020).

Selain jagung, ada beberapa petani yang menanam tanaman holtikultura antara lain cabai, kentang, tomat serta buah seperti semangka. Malah ada petani yang kehabisan modal pascagempa sehingga berutang kepada saudaranya. "Modal saya sudah habis setelah gempa. Saya sempat mengungsi ke luar kota Palu. Lalu saya kembali lagi dengan meminjam uang sekitar Rp15 juta untuk modal kebun semangka dan sekarang sudah lunas. Setiap panen semangka maka beratnya harus 3 kg baru dihitung Rp3500 per kg. Jika beratnya dibawah 3 kg maka hitungannya adalah per satuan," jelas Sakri asal Jember yang sebelumnya petani padi.



Boymin, salah satu petani penerima manfaat, mengatakan meski harus dimulai lagi dari awal menjadi petani semangka, pelan pelan dirinya mulai bisa menabung lagi dari hasil panen semangka ini. "Semoga semua lancar," ujar Boymin yang kini juga menjadi mentor bagi pelajar sekolah jurusan pertanian.

Di Palu, 25% perekonomian Sulawesi Tengah ditopang oleh pertanian. Khusus di Kabupaten Sigi, gempa telah merusak daerah irigasi Gumbasa yang menyebabkan para petani padi tidak dapat lagi menanam padi.

Pada tahap pertama, bantuan Bayer berbentuk air bersih dan peralatan sanitasi menjangkau 30% dari total pengungsi (lebih dari 32.000 dari total 93.187 orang). Pada tahap kedua (final), instalasi mesin pompa air dan sumur dari Bayer mengairi 300 ha lahan pertanian, serta pendampingan teknis agronomi telah membawa hasil panen para petani Sigi mencapai 7,9 ton per ha, di atas produktivitas rata-rata nasional.

"Kita akan membuat learning center bagi para petani, bentuknya seperti pelatihan di kebun para petani dengan mengajarkan mereka untuk bisa meningkatkan hasilnya," ucap Mohan.

Dalam pendistribusian bantuan, Bayer bermitra dengan Yayasan Mercy Corps Indonesia. "Tugas kami adalah memastikan bantuan mencapai target sasaran sehingga masyarakat Sigi terutama petani bisa segera pulih dari situasi kritis pascabencana dan meningkatkan kualitas hidup mereka," ungkap Direktur Eksekutif Yayasan Mercy Corps Indonesia Ade Soekadis.

Bupati Sigi M Irwan menanggapi positif inisiatif Bayer tersebut. Pascabencana, kata dia, pemulihan bidang pertanian dan ketersediaan air menjadi kebutuhan yang paling mendesak bagi masyarakat Kabupaten Sigi, khususnya para petani. "Atas nama pemerintah, saya sangat mengapresiasi bantuan ini dalam pemulihan pascabencana, khususnya di bidang pertanian," urainya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak