alexametrics

Kalbe Farma Optimistis Tahun ini Penjualan Naik hingga 9%

loading...
Kalbe Farma Optimistis Tahun ini Penjualan Naik hingga 9%
PT Kalbe Farma Tbk menargetkan pertumbuhan penjualan 7-9% pada tahun 2020. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - PT Kalbe Farma Tbk optimistis bisnis tahun ini lebih baik dari tahun 2019 lalu. Tahun ini perseroan optimistis dengan menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 7-9% dibanding tahun lalu.

Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius mengatakan pihaknya memperkirakan kondisi makroekonomi tahun ini memiliki prospek yang positif. Hal ini ditandai nilai tukar rupiah hingga saat ini terus bergerak positif. Sedangkan tahun lalu rupiah bergerak lebih lemah di atas Rp14.000 sementara bahan baku banyak yang impor.

"Tahun lalu laba kami hanya tumbuh 2%. Kontrak seperti BPJS Kesehatan tidak mungkin direvisi pada tengah tahun. Tapi tahun ini kami optimistis laba di kisaran 3-5% tumbuhnya," ujar Vidjongtius akhir pekan lalu.



Dari segi permintaan dia mengatakan terdapat optimisme pasar dari konsumen ritel. Hal ini juga ditunjang oleh pertumbuhan ekonomi yang diharapkan bisa konsisten di atas 5%. "Ini yang memberikan kita harapan bahwa 2020 ini lebih baik dibanding 2019," ujarnya.

Selain itu, perseroan memperkirakan adanya potensi pertumbuhan pendapatan dari segmen pasar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sekitar kurang lebih 10% pada tahun ini. Namun demikian, ia belum bisa membeberkan nilai kontrak dengan BPJS pada tahun ini lantaran masih diproses.

Segmen pasar BPJS menyumbang sekitar 15% dari total penjualan segmen usaha farmasi. Sementara itu, segmen usaha farmasi sendiri memiliki kontribusi sekitar 25% dari total pendapatan usaha KLBF.

Untuk mengejar target, perseroan akan terus berupaya menjaga merek dari produk-produk KLBF agar tetap menjadi top of mind dalam masyarakat serta menggenjot penjualan produk-produk perseroan di berbagai marketplace yang ada. "Kami harus masuk ke jalur penjualan online karena konsumen generasi muda menggunakan itu. Ini demi menjaga pangsa pasar," ujarnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak