alexametrics

Rupiah Diprediksi Menguat Seiring Penurunan Imbal Hasil Obligasi AS

loading...
Rupiah Diprediksi Menguat Seiring Penurunan Imbal Hasil Obligasi AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi menguat. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi menguat. Sentimen positif mata uang garuda ini dikarenakan penurunan imbal hasil obligasi AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, memproyeksikan rupiah berbalik menguat. Meskipun virus corona masih menjadi kekhawatiran pasar tapi menurunnya yield atau tingkat imbal hasil obligasi AS, terutama tenor 10 tahun, ke level terendah sejak 10 Oktober 2019 di 1,60%, bisa mendorong penguatan kembali nilai tukar emerging markets termasuk Indonesia.

"Penurunan yield obligasi AS ini karena pembelian yang masif karena virus corona dan juga karena ekspektasi kebijakan Bank Sentral AS yang masih longgar di tahun 2020," ujar Ariston di Jakarta, Selasa (28/1/2020).



Dia menambahkan, Bank Sentral AS akan memberikan keputusan mengenai kebijakan moneter pada Kamis jam 2 dini hari WIB. "Rupiah hari ini berpotensi bergerak di kisaran 13.600-13.640 per dolar AS," jelasnya.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak