alexametrics

Harga Minyak Demam 6 Hari Akibat Penyebaran Virus Corona

loading...
Harga Minyak Demam 6 Hari Akibat Penyebaran Virus Corona
Harga minyak melemah enam hari beruntun akibat penyebaran virus corona. Foto/Istimewa
A+ A-
TOKYO - Harga minyak mentah kembali melemah pada perdagangan Selasa (28/1/2020), memperpanjang penurunan selama enam hari beruntun akibat penyebaran virus corona dari China ke negara-negara lain di dunia. Ini menambah kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi dunia dan membuat permintaan minyak jadi lebih lambat.

Melansir dari Reuters, harga minyak mentah Brent International turun 37 sen atau 0,6% menjadi USD58,95 pada pukul 03:48 GMT, setelah menyentuh level terendah tiga bulan pada Senin kemarin di level USD58,50 per barel.

Harga minyak acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate turun 29 sen atau 0,6% menjadi USD52,85 per barel, mendekati level terendah awal Oktober 2019, yang saat itu berada di USD52,13 per barel.



Terkait wabah virus corona, Amerika Serikat memperingatkan agar tidak melakukan perjalanan ke China. Peringatan AS ini kemudian diikuti oleh beberapa negara di dunia, yang menasihati warganya untuk tidak berkunjung ke China. Hingga Selasa ini, otoritas kesehatan China mengumumkan sebanyak 4.515 warga China terinfeksi virus corona dan 106 meninggal dunia.

Wabah virus berbahaya corona membuat investor minyak prihatin dengan travel advisory dan pembatasan lainnya. Adapun China negara ekonomi terbesar kedua di dunia merupakan negara importir minyak nomor satu. Larangan ke China akan membuat penurunan permintaan minyak mentah.

"Permintaan minyak mentah bisa terkena dampak negatif dari virus corona karena banyak negara telah melakukan larangan perjalanan dari dan ke China," tulis RBC Capital Markets di Tokyo Jepang.

Penurunan harga ditambah dengan meningkatnya pasokan minyak mentah AS pada minggu lalu, dalam jajak pendapat yang dilakukan Reuters.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak