alexametrics

Bursa Asia Terkapar Penyebaran Virus Corona, IHSG Lemas 22 Poin

loading...
Bursa Asia Terkapar Penyebaran Virus Corona, IHSG Lemas 22 Poin
IHSG hari ini pulang lemas 22,02 poin atau 0,36% ke level 6.111,18. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pulang lemas 22,02 poin atau 0,36% ke level 6.111,18 pada Selasa (28/1/2020), merespon pelemahan bursa saham Asia atas kekhawatiran penyebaran virus corona di beberapa negara Asia.

Awal perdagangan, IHSG dibuka memperpanjang pelemahan dengan turun 22,99 poin atau 0,37% ke level 6.110,22. Selasa ini, bursa domestik bergerak di 6.065,12-6.112,83.

Lima dari 10 indeks sektoral melemah. Pelemahan terbesar terjadi pada industri dasar yang jatuh 1,67%, sektor keuangan merugi 0,62% dan sektor manufaktur turun 0,55%. Sedangkan sektor saham dengan penguatan terbesar adalah aneka industri yang naik 0,83%.



Dari 593 saham emiten yang diperdagangkan, 270 tertekan, 140 bergerak tetap dan 183 menguat. Nilai transaksi saham sebesar Rp5,78 triliun dari 6,09 miliar unit saham. Transaksi bersih asing -Rp465,53 miliar, dengan aksi jual asing Rp1,95 triliun dan aksi beli asing Rp1,49 triliun.

Senada, pasar saham Asia ditutup meneruskan pelemahan seiring kekhawatiran investor tentang wabah virus corona yang terus menyebar ke negara-negara Asia. Otoritas kesehatan China mengumumkan bahwa wabah korona telah menewaskan 106 orang dan menginfeksi 4.515 warga China.

Melansir dari CNBC, Selasa (28/1/2020), indeks Kospi Korea Selatan turun 3,09% menjadi 2.176,72. Nikkei 225 Jepang melemah 0,55% menjadi 23.215,71 dan Topix tergelincir 0,6% ke level 1.692,28.

Indeks Straits Times Singapura jatuh 2,17% pada penutupan perdagangan sore. ASX 200 Australia melemah 1,35% menjadi 6.994,50. Adapun pasar saham China dan Hong Kong masih libur tahun baru Imlek.

"Virus corona bukan hanya memukul ekonomi China saat ini, juga berdampak ke negara Asia lainnya termasuk ke Australia, dimana pasar turis China sangat besar, begitu pula dengan ekspor mereka. Sehingga ini berdampak ke pasar saham Asia lainnya," kata David de Garis, direktur dan ekonom senior di National Australia Bank.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak