alexametrics

Virus Corona dan Gelombang Penutupan Perusahaan Global di China

loading...
Virus Corona dan Gelombang Penutupan Perusahaan Global di China
Dampak virus Corona tidak hanya menakutkan bagi kesehatan, tetapi juga berpotensi memiliki efek mematikan bagi perusahaan global setelah ramai-ramai melakukan tindakan pencegahan di China. Foto/Ilustrasi
A+ A-
BEIJING - Dampak virus Corona tidak hanya menakutkan bagi kesehatan, tetapi juga berpotensi memiliki efek mematikan bagi perusahaan global setelah ramai-ramai melakukan tindakan pencegahan di China. Setelah Starbuck hingga produsen mobil Toyota menutup gerai serta produksinya, kini giliran perusahaan raksasa teknologi Google memberhentikan sementara semua kantornya di China, Hong Kong serta Taiwan sebagai akibat dari menyebarnya virus corona.

(Baca Juga: Starbucks Dihantam Virus Corona, 2.000 Gerai Tutup di China)

Raksasa teknologi lainnya, termasuk Amazon dan Microsoft, juga telah mengambil tindakan untuk melindungi staf dari infeksi. Pekan ini tercatat berbagai korporasi global telah menutup operasi di China dan memberikan peringatan bagi staf luar negeri mereka agar tidak mengunjungi Negeri Tirai Bambu -julukan China-. Banyak karyawan diminta untuk bekerja dari rumah atau memperpanjang liburan tahun baru Imlek mereka.



Google mengatakan, bakal melarang staf mereka untuk bepergian ke China dan Hong Kong, sementara karyawan yang berada di negara tersebut saat ini disarankan untuk segera meninggalkan China secepat mungkin. Kemudian bekerja dari rumah selama minimal dua minggu ke depan. Setidaknya Google tercatat memiliki empat kantor di daratan China, meskipun perusahaan belum mengatakan berapa banyak staf yang dipekerjakan di sana.

Akibat hal itu untuk sementara waktu mesin pencari Google tidak tersedia di China, kantor saat ini fokus pada penjualan dan engineering untuk bisnis periklanan. Raksasa teknologi global lainnya, termasuk Microsoft dan Amazon, telah mengumumkan hal yang sama ketika mereka berusaha untuk mencegah penyebaran virus mematikan.

"Menghindari tindakan serta perhatian yang berlebihan, kami membatasi perjalanan bisnis ke dan dari China sampai pemberitahuan lebih lanjut dan mendorong karyawan untuk mengikuti pedoman kesehatan dan keselamatan yang disediakan oleh lembaga kesehatan internasional," ucap seorang juru bicara Amazon kepada BBC.

Awal pekan ini Facebook menjadi perusahaan besar AS yang pertama, dimana memberitahu staf mereka agar menghindari bepergian ke China. Raksasa media sosial tersebut mengatakan tindakan tersebut sebagai peringatan untuk melindungi karyawannya.

Sementara itu Bos Apple Tim Cook mengatakan perusahaannya sedang melakukan "pemantauan secara intens" terkait wabah virus corona, yang telah mengaburkan ramalan untuk kuartal mendatang. Raksasa teknologi ini memiliki pergerakan terbatas dan mengurangi waktu buka toko mereka di China, sedangkan pabrik pemasoknya tutup lebih lama dari yang diharapkan.

Penutupan

Perusahaan global lainnya telah memperlakukan peringatan travel dan berbagai produsen mobil telah mengevakuasi staff mereka untuk keluar dari Negeri Tirai Bambu -julukan China-. Toyota bahkan mengatakan pada hari Rabu, bahwa pabrik produksi di China akan tetap ditutup sampai 9 Februari, sebagai dampak dari virus corona.

Produsen mobil asal Jepang itu mengungkapkan, penutupan itu sejalan dengan isolasi serta pengawasan ketat transportasi yang terpaksa dilakukan pihak berwenang China dan sebagai perusahaan ini mempengaruhi rantai pasokannya. Toyota sendiri memiliki pabrik produksi di utara kota Tianjin dan provinsi selatan Guangdong.

Selanjutnya General Motors telah menjadi perusahaan raksasa lainnya yang memperpanjang libur tahun baru hingga penutupan pabrik manufaktur. Produsen mobil asal AS itu mengatakan pabrik di China akan tetap ditutup sampai 9 Februari.

Beberapa perusahaan mobil internasional lainnya yang beroperasi di Wuhan, yang berada di pusat wabah, sebelumnya mengambil tindakan untuk membawa staf mereka kembali ke negara asal. Grup pembuat mobil Prancis yakni PSA, yang memegang brand Peugeot dan Citroen, dan Jepang's Honda serta Nissan telah merilis rencana untuk mengevakuasi staf dan keluarga mereka dari China.

Wuhan yang merupakan kota asal wabah virus corona merupakan kota terbesar ketujuh China dan pusat manufaktur motor utama. Ratusan warga negara asing sejauh ini telah dievakuasi dari pusat kota Wuhan di China yang merupakan asal dari wabah virus corona. Sedangkan dalam sektor penerbangan, Jepang dan AS telah memberhentikan dan Komisi Eropa mengatakan akan membantu warga negara Eropa untuk kembali melalui Perancis.

Pada saat yang sama perusahaan di China telah menyarankan staf mereka agar bekerja dari rumah dalam upaya untuk memperlambat penyebaran virus mematikan tersebut. Sektor bisnis juga memberikan libur lebih lama bagi pekerja setelah tahun baru Imlek, ditambah memberitahukan bagi karyawan yang kembali dari daerah paling terkena dampak untuk sementara waktu tidak bekerja.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak