alexametrics

Inflasi Januari 2020 Capai 0,39%, Awas Gejolak Harga Sembako

loading...
Inflasi Januari 2020 Capai 0,39%, Awas Gejolak Harga Sembako
Ekonom memperingatkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam rangka koordinasi TPI Pusat dan Daerah harus mewaspadai pergerakan harga sembako yang rawan bergejolak. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Ekonom memperingatkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam rangka koordinasi Tim Pengendali Inflasi (TPI) Pusat dan Daerah harus mewaspadai pergerakan harga sembako yang rawan bergejolak. Inflasi Januari 2020 sendiri dicatat Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 0,39% ketika ada peningkatan sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Ekonom Ryan Kiryanto mengatakan Pemerintah dan TPI Pusat dan TPI Daerah perlu cermati pergerakan harga kelompok sembako, terutama makanan, minuman dan tembakau yang secara historis maupun kecenderungan tetap akan menjadi kontributor inflasi terbesar.

"Ke depan, Pemerintah dan TPI Pusat dan TPI Daerah perlu cermati pergerakan harga kelompok sembako, terutama makanan, minuman dan tembakau yang secara historis maupun kecenderungan tetap akan menjadi kontributor inflasi terbesar," ujar Ryan saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (3/2/2020)



Sambung dia menambahkan, penyesuaian tarif jalan tol, tarif listrik (yang berpotensi naik) dan iuran BPJS Kesehatan, mungkin berdampak kecil untuk inflasi. Tetapi menurutnya tetap perlu dicermati efek psikologis di tengah masyarakat agar tidak menimbulkan efek liar ke pembentukan harga di pasar.

Disinilah terang Ryan, menjadikan peran TPI Pusat dan Daerah sangat krusial untuk memonitor harga barang di pasar supaya tidak terjadi distorsi harga di pasar yang berdampak inflatoir. Diungkapkan juga olehnya dengan cara demikian, outlook inflasi 2020 pada kisaran 3% yoy bisa dikawal hingga akhir tahun. "Demikian pula Bank Indonesia (BI) tetap harus konsisten untuk menjaga kebijakan moneter akomodatifnya," ungkapnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak