alexametrics

Harga Masker Corona Capai Rp1,5 Juta/Lembar, BPS: Tak Pengaruhi Inflasi

loading...
Harga Masker Corona Capai Rp1,5 Juta/Lembar, BPS: Tak Pengaruhi Inflasi
Heboh virus corona asal China membuat permintaan masker meningkat, hingga membuat harganya melejit mencapai jutaan rupiah. BPS memastikan hal itu tidak berdampak ke Inflasi. Foto/SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - Heboh virus corona asal China membuat permintaan masker meningkat, hingga membuat harganya melejit hingga Rp1,5 juta per lembar. Salah satu masker yang paling banyak permintaannya adalah masker N95 atau masker respirator karena mampu menyaring udara hingga 95%.

Masker ini disebut efektif untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Hal ini membuat permintaan masker N95 meningkat di pasar-pasar di Indonesia. Salah satunya di Pasar Pramuka, yang menjual masker corona ini dan menjualnya Rp1,5 juta per lembar.

(Baca Juga: Wabah Corona Darurat Global, Harga Masker Corona Dibanderol Rp1,5 Juta per Lembar)



Tingginya harga juga karena hukum pasar: supply-demand, dimana ketersediaan pasokan ini terbatas di pasar. Terkait hal ini, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan kenaikan harga masker tidak berpengaruh terhadap angka inflasi nasional.

"Nggak ada dampak karena nggak banyak, sumbangnya," kata Suhariyanto di kantor pusat BPS, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020).

Diterangkan olehnya harga masker tidak berdampak ke laju inflasi dikarenakan hanya terjadi musiman. Apalagi BPS menggunakan metode perhitungan inflasi baru. "Mungkin masker dibutuhkan di saat tertentu, dan tahun 2018 melihat banyak yang umum dan banyak dikonsumsi," jelasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak