Rupiah Masih Tersungkur, Hari Ini Sentuh Rp16.270 per Dolar AS
Selasa, 14 Januari 2025 - 17:30 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini ditutup menguat tipis 13 poin atau 0,08 persen, sejalan dengan sentimen global dan domestik. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini ditutup menguat tipis 13 poin atau 0,08% ke level Rp16.270 per dolar AS setelah sebelumnya terdepresiasi. Hal ini juga sejalan dengan sentimen global dan domestik.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah ini juga disebabkan oleh sentimen eksternal yaitu para pelaku pasar berspekulasi tentang seberapa parah tarif perdagangan yang direncanakan Presiden terpilih Donald Trump dan suku bunga AS.
Baca Juga: Trump Akan Umumkan Darurat Ekonomi AS, Rupiah Tersungkur ke Rp16.217
"Dan juga menunggu lebih banyak isyarat tentang suku bunga AS dari data inflasi utama yang akan dirilis minggu ini, dengan dolar tetap mendekati level tertinggi dua tahun untuk mengantisipasi data tersebut," tulis Ibrahim dalam risetnya, Selasa (14/1/2025).
Selain itu, diketahui tim Trump sedang mempersiapkan rencana untuk penerapan tarif perdagangan secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang, Bloomberg melaporkan pada hari Senin, meskipun tidak jelas apakah Presiden terpilih akan menindaklanjuti rencana tersebut.
Rencana tersebut akan melibatkan kenaikan tarif antara 2% hingga 5% setiap bulan, dan akan memberi pemerintah Washington lebih banyak pengaruh dalam negosiasi perdagangan, sekaligus mencegah lonjakan inflasi yang tiba-tiba karena bea masuk.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan rupiah ini juga disebabkan oleh sentimen eksternal yaitu para pelaku pasar berspekulasi tentang seberapa parah tarif perdagangan yang direncanakan Presiden terpilih Donald Trump dan suku bunga AS.
Baca Juga: Trump Akan Umumkan Darurat Ekonomi AS, Rupiah Tersungkur ke Rp16.217
"Dan juga menunggu lebih banyak isyarat tentang suku bunga AS dari data inflasi utama yang akan dirilis minggu ini, dengan dolar tetap mendekati level tertinggi dua tahun untuk mengantisipasi data tersebut," tulis Ibrahim dalam risetnya, Selasa (14/1/2025).
Selain itu, diketahui tim Trump sedang mempersiapkan rencana untuk penerapan tarif perdagangan secara bertahap dalam beberapa bulan mendatang, Bloomberg melaporkan pada hari Senin, meskipun tidak jelas apakah Presiden terpilih akan menindaklanjuti rencana tersebut.
Rencana tersebut akan melibatkan kenaikan tarif antara 2% hingga 5% setiap bulan, dan akan memberi pemerintah Washington lebih banyak pengaruh dalam negosiasi perdagangan, sekaligus mencegah lonjakan inflasi yang tiba-tiba karena bea masuk.
Lihat Juga :