alexametrics

Inflasi Capai 0,39%, BI: Bukti Konsisten Menjaga Stabilitas Harga

loading...
Inflasi Capai 0,39%, BI: Bukti Konsisten Menjaga Stabilitas Harga
Logo Bank Indonesia. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melansir inflasi pada Januari 2020 sebesar 0,39% (month to month/mtm). Angka ini tetap rendah dan terkendali. Inflasi Januari dipengaruhi kelompok inflasi inti yang tetap terkendali dan kelompok administered yang mencatat deflasi, meskipun inflasi volatile food mengalami peningkatan.

Terkait ini, Bank Indonesia mengatakan inflasi Januari yang terkendali bukti pemerintah konsisten menjaga stabilitas harga. Bank Indonesia akan terus konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

"Koordinasi ini untuk memastikan inflasi 2020 tetap rendah dan stabil dalam sasarannya sebesar 3,0%±1%," ujar Direktur Eksekutif Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjarnako di Jakarta, Selasa (4/2/2020).



Saat ini, inflasi inti tetap terkendali sehingga mendukung terjaganya inflasi. Inflasi inti tercatat sebesar 0,19% (mtm) dipengaruhi oleh kenaikan harga emas perhiasan sejalan dengan kenaikan harga komoditas emas global, serta kenaikan tarif kontrak rumah, upah tukang bukan mandor, dan mobil sesuai pola musiman pada awal tahun.

Secara tahunan, inflasi inti tercatat 2,88% (yoy), menurun dibandingkan inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,02% (yoy). Inflasi inti yang tetap terkendali tidak terlepas dari konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, termasuk dalam menjaga pergerakan nilai tukar sesuai fundamentalnya.

Kelompok administered prices yang mencatat deflasi juga mendukung terjaganya inflasi. Kelompok administered prices mengalami deflasi sebesar 0,28% (mtm), menurun dibandingkan dengan perkembangan bulan sebelumnya yang mencatat inflasi sebesar 0,63% (mtm).

Deflasi kelompok ini terutama didorong oleh kebijakan penurunan harga Bahan Bakar Khusus (BBK) dan normalisasi tarif berbagai angkutan pasca libur akhir tahun, meskipun aneka rokok mencatat inflasi sebagai dampak kenaikan cukai tembakau. Secara tahunan, komponen administered prices mencatat inflasi sebesar 0,64% (yoy), meningkat dari 0,51% (yoy).pada bulan sebelumnya.

Inflasi volatile food meningkat akibat kenaikan harga beberapa komoditas pangan. Kelompok volatile food mencatat inflasi sebesar 1,93% (mtm), meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,86% (mtm).

Peningkatan tersebut antara lain disebabkan oleh dampak banjir di sebagian daerah sehingga mempengaruhi produksi dan distribusi beberapa komoditas volatile food. Beberapa komoditas volatile food yang mencatat kenaikan harga antara lain aneka cabai, ikan segar, minyak goreng, beras, aneka bawang, kentang, dan tomat.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak