alexametrics

Harga Minyak Rebound Setelah China-OPEC Membahas Penurunan Produksi

loading...
Harga Minyak Rebound Setelah China-OPEC Membahas Penurunan Produksi
Harga minyak naik setelah OPEC berencana mengurangi produksi. Foto/Istimewa
A+ A-
NEW YORK - Harga minyak mentah berbalik naik alias rebound pada Rabu (5/2/2020), membalikkan dari kemerosotan 1% di sesi sebelumnya. Berbalik naiknya harga minyak setelah China mengadakan pertemuan dengan OPEC di Wina, membahas penurunan produksi lebih lanjut.

Melansir dari CNBC, harga minyak Brent International naik 44 sen atau 0,8% menjadi USD54,40 per barel pada pukul 01:27 GMT. Harga minyak acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI) bertambah 42 sen atau 0,9% menjadi USD50,03 per barel.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya yang dipimpin Rusia, atau dikenal sebagai OPEC+, mengadakan pertemuan dengan utusan China di Wina, markas besar OPEC. Pertemuan ini membahas dampak wabah corona terhadap ekonomi China, sehingga produsen menimbang untuk menurunkan produksi lebih lanjut.



OPEC+ sendiri akan memajukan pertemuan kebijakan menjadi bulan Februari ini, dari jadwal sebelumnya bulan Maret.

"Harga minyak naik hari ini karena produsen berencana mengurangi produksi dan investasi. Pengurangan itu karena melihat dampak kerusakan ekonomi akibat virus corona," tulis Moody's Analytics dalam sebuah catatan pada Rabu (5/2/2020).

Virus corona yang mengguncang China, telah membuat prospek ekonomi negara itu buram. Dan ini akan berdampak terhadap permintaan minyak. Karena China adalah negara importir minyak mentah terbesar di dunia, dan telah menjadi pendorong utama pertumbuhan permintaan energi global dalam beberapa tahun terakhir.

Kekhawatiran akan kemerosotan ekonomi akibat virus corona membuat permintaan minyak global juga akan menurun. Sehingga membuat negara-negara produsen untuk memangkas produksi demi menaikkan harga.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak