alexametrics

Sri Mulyani Ingatkan Nadiem Makarim Soal Dana Abadi Pengembangan SDM

loading...
Sri Mulyani Ingatkan Nadiem Makarim Soal Dana Abadi Pengembangan SDM
Menkeu Sri Mulyani mengingatkan Mendikbud Nadiem Makarim terkait pemanfaatan dana abadi pengembangan SDM yang mencapai Rp70 Triliun agar tepat sasaran. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengingatkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim terkait pemanfaatan dana abadi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) agar tepat sasaran. Seperti diketahui peningkatan kualitas SDM menjadi fokus utama pemerintahan kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi), dimana dana yang disiapkan sekitar Rp60-70 triliun.

"Kebijakan spending harys menunjang pendidikan. Jadi ada dana badi untuk pengembangan SDM Indonesia, Rp60 hingga Rp70 triliun telah dialokasikan untuk pengembangan SDM melalui dana abadi," ujar Menkeu Sri Mulyani di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menambahkan, tidak hanya aspek spending, alokasi dana abadi tersebut juga harus tersebar ke pemerintah daerah (Pemda) dan tidak hanya terpaku di pemerintah pusat.



"Ini harapan besar kami bagi menteri pendidikan yang masih muda, saya sudah duduk dengan menteri pendidikan meminta agar spending pendidikan agar dialokasikan lebih efektif, apa itu gaji guru atau pembangunan ruangan kelas baru," kata dia.

Sri Mulyani memastikan, bahwa kolaborasi kuat antara Kementerian Keuangan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama yang mengelola madrasah, akan mampu mengelola dana abadi tersebut. Terutama penyalurannya untuk pendidikan usia dini dan terutama keluarga dengan pendapatan rendah.

"Ini adalah satu desain pengelolaan dana pendidikan dari mandat Undang-undang (UU) yaitu 20 persen dan ini banyak tantangan, banyak PR dan tidak bisa dilakukan sendiri oleh Kemenkeu tapi juga Kementerian Pendidikan," jelasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak