alexametrics

Virus Corona Merebak, Bank Mandiri Pede Prospek Investasi Indonesia

loading...
Virus Corona Merebak, Bank Mandiri Pede Prospek Investasi Indonesia
Bank Mandiri menyatakan, berkenaan dengan wabah terbaru dari virus corona di China yang kemungkinan berdampak pada ekonomi berkembang, pihaknya tetap percaya diri pada Indonesia prospek investasi. Foto/SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri) menyatakan, berkenaan dengan wabah terbaru dari virus corona di China yang kemungkinan berdampak pada ekonomi berkembang, pihaknya tetap percaya diri pada Indonesia prospek investasi. Dia juga meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat dalam menghadapi ekonomi global pelan-pelan.

"Hal tersebut karena pemerintah Indonesia telah mengambil yang diperlukan langkah-langkah untuk mengelola dampak seperti itu," kata Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar dalam acara Mandiri Investment Forum 2020 di Jakarta, Rabu (5/2/2020).

Pertumbuhan Indonesia dipertahankan pada 5% dalam empat tahun terakhir, dan inflasi konsisten dikelola dalam kisaran target Bank Indonesia. Sedangkan nilai tukar untuk Rupiah Indonesia cenderung terus menguat, terima kasih peningkatan Neraca Pembayaran Indonesia, dan keberhasilannya dalam mempersempit defisit transaksi berjalan.



"Industri perbankan Indonesia juga tetap stabil, ditandai dengan permodalan yang kuat. Dimana Rasio Kecukupan pada 23,7% pada November 2019 dan bruto non-relatif stabi kredit macet (NPL) sebesar 2,77%," kata Royke.

Royke membeberkan, empat bank terbesar di Indonesia, yaitu Bank Mandiri, BRI, BCA dan BNI membukukan pertumbuhan laba bersih rata-rata 9% pada kuartal ketiga 2019, secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal kedua sebesar 3,9%.

"Peningkatan profitabilitas industri perbankan didukung oleh sehat ekspansi bisnis, pendapatan operasional yang stabil dan kualitas aset, serta peningkatan efisiensi operasional," paparnya.

Selain itu, likuiditas sistem keuangan baru-baru ini membaik, ditunjukkan oleh penurunan tajam dalam tingkat pasar uang antar bank, berkat melanjutkan kebijakan moneter akomodatif. "Seperti yang kita semua sepakati, likuiditas sangat penting untuk memastikan berfungsi dengan baik sistem perbankan," tandasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak