alexametrics

Perlu Bauran Kebijakan Tangani Ketidakpastian Global

loading...
Perlu Bauran Kebijakan Tangani Ketidakpastian Global
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Foto/Dok SINDO
A+ A-
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina, serta kebijakan perdagangan dalam lainnya, tidak hanya berdampak negatif terhadap volume perdagangan dunia, pertumbuhan ekonomi global, dan harga komoditas, tetapi juga mempersulit bagaimana bank sentral perlu merespons.

Prospek ekonomi global akan dipengaruhi oleh antara lain kemajuan kesepakatan perdagangan, dinamika geopolitik, dan dampak virus corona yang baru saja merebak.

"Maka dari itu perlunya bauran kebijakan untuk menangani ketidakpastian global. Namun, kebijakan moneter dengan sendirinya mungkin tidak selalu efektif dalam mengatasi dampak buruk dari sengketa perdagangan," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (6/2/2020).



Suku bunga rendah ditambah dengan suntikan likuiditas di negara maju telah memaksa investor global untuk mencari hasil yang lebih menarik di emerging market (negara berkembang) termasuk Indonesia.

Sementara aliran modal asing yang fluktuatif dapat memperburuk volatilitas nilai tukar pada emerging market. Menurut Perry, diperlukan sinergi dalam bentuk campuran kebijakan ekonomi nasional, yang mencakup rangsangan fiskal dan reformasi ekonomi di sektor riil, untuk menopang pertumbuhan ekonomi.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak