alexametrics

Menteri Erick Thohir: Saya Tidak Anti Asing dan Swasta

loading...
Menteri Erick Thohir: Saya Tidak Anti Asing dan Swasta
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan tidak anti asing dan swasta, menyusul belakangan perusahaan pelat merah dinilai mendominasi dalam proyek infrastruktur. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan tidak anti asing dan swasta, menyusul belakangan perusahaan pelat merah dinilai mendominasi dalam proyek infrastruktur. Ditekankan olehnya saat ini banyak BUMN yang melakukan kerjasama dengan investasi asing serta produksi pelat merah telah memenuhi permintaan beberapa negara.

Salah satunya adalah penjualan masker yang saat ini dibutuhkan di negara Asia akibat virus corona. "Saya enggak anti asing, tapi kita harus siapin Fundamental bangsa," ujar Menteri Erick Thohir di Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Lebih lanjut Ia menegaskan, penguasaan pasar bukan ingin mau monopoli. Namun menurutnya ada hak untuk menang dalam persaingan, agar tidak diambil Asing atau swasta, yang dimana kontribusi diharapkan ke negara sangat besar. "Kita tidak anti swasta, tapi kita punya hak bersiang untuk tidak kalah," jelasnya.



Erick juga mencontohkan bagaimana industri pariwisata China yang saat ini terus menurun. Padahal, pariwisata di China didominasi oleh warga negaranya sendiri. "Kita lihat bagaimana industri pariwisata, ini bukan orang asing dari China, tetapi diantara penduduknya ga travel, padahal pariwisata China hampir 80-90% kekuatan pariwisata karena lokal. Kalau kita lihat tadi supply chain terganggu, termasuk ke Indonesia," sambungnya.

Atas dasar hal itu, Erick mengingatkan kepada seluruh tenaga medis Rumah Sakit milik BUMN yang hadir untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Karena bisa saja jika virus tersebut masuk dan tidak ditangani dengan baik akan mempengaruhi perekonomian Indonesia.

"Kita punya target pertumbuhan lima persen untuk terus membuka lapangan kerja, jadi kalau nanti ekonomi kita tergerus, pembukaan lapangan kerja tidak maksimal. Mimpi kita bersama tahun 2045 yang katanya Indonesia ranking lima besar dunia tidak akan terjadi," ucapnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak