alexametrics

Menteri Erick Cemas Investasi UEA Berpotensi Batal Dampak Virus Corona

loading...
Menteri Erick Cemas Investasi UEA Berpotensi Batal Dampak Virus Corona
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencemaskan, dampak penyebaran virus Corona bisa mempengaruhi beberapa investasi ke Indonesia. Foto/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencemaskan, dampak penyebaran virus Corona bisa mempengaruhi beberapa investasi ke Indonesia. Salah satu yang menjadi sorotan adalah komitmen investasi dari Uni Emirat Arab (UEA) yang menurutnya bisa saja tertahan.

"Jelas hubungan dagang (dampak virus Corona), investasi yang kemarin misalnya Indonesia dengan Abu Dhabi sudah teken USD18 miliar, bisa saja berhenti. Kenapa? Orang Abu Dhabi kan enggak tahu di Indonesia aman atau enggak. Bisa saja investasi ini di-hold, gitu aja," ujar Menteri Erick Thohir di Indonesia Healthcare Corporation Medical Forum.

Sebelumnya, Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) menandatangani 16 kesepakatan yang terdiri atas lima kerja sama antara pemerintah dan 11 kerja sama antara pelaku usaha di Abu Dhabi. Lima perjanjian antara pemerintah Indonesia dan UEA ini di bidang keagamaan, pendidikan, pertanian, kesehatan, dan penanggulangan terorisme.



Sementara itu, 11 perjanjian bisnis antara pelaku usaha, di antaranya bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset. Lebih lanjut kesepakatan investasi yang telah dilakukan oleh Indonesia di Abu Dhabi ialah dengan Emirates Global Aluminium, yang teknologinya berasal dari China juga berpotensi terganggu.

Tak cuma investasi, menurut Menteri Erick apabila wabah virus Corona terus menyebar tanpa diiringi usaha pengobatan yang juga dikebut. Maka dampaknya mungkin upaya membuka lapangan kerja juga akan terhambat.

"Amit -amit jangan sampai terjadi karena kalau sampai supply chain terganggu, bisa-bisa target Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi Indonesia pada 2045 bisa buyar. Nggak hanya pure kesehatan (dampaknya), apalagi kita punya target pertumbuhan ekonomi 5%," jelasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak