alexametrics

Harga Minyak Dunia Terdongkrak, Kecemasan Penurunan Permintaan China Berkurang

loading...
Harga Minyak Dunia Terdongkrak, Kecemasan Penurunan Permintaan China Berkurang
Harga minyak mentah dunia terdongkrak naik secara beruntun dua hari terakhir seiring melambatnya penyebaran wabah virus corona di China. Foto/Ilustrasi
A+ A-
SEOUL - Harga minyak mentah dunia terdongkrak naik secara beruntun dua hari terakhir seiring melambatnya penyebaran atas wabah virus corona di China. Sentimen itu menjadi pendorong dalam perdagangan, Rabu (12/2/2020) untuk mengurangi kecemasan dampak virus corona wuhan bakal menggerus permintaan dari Beijing yang merupakan konsumen minyak terbesar kedua.

Dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah berjangka Brent mengalami kenaikan sebesar 73 sen atau 1,3% ke posisi USD54,75 per barel pada pukul 01.37 GMT. Sementara harga minyak mentah berjangka AS yakni West Texas Intermediate (WTI) juga melonjak 46 sen yang setara dengan 0,9% menjadi USD50,39/barel.

Berdasarkan data awal pekan kemarin, kasus corona virus di China telah melambat ke posisi terendah sejak 31 Januari 2020. Larangan perjalanan ke dan dari China, ditambah pergerakan barang di dalam negeri telah memangkas penggunaan bahan bakar. Sementara penyulingan terbesar kedua di China memberikan sinyal akan mengurangi pengolahan sekitar 940.000 barel per hari (BPD) sebagai akibat dari penurunan konsumsi, atau sekitar 7% dari pengolahan mereka di 2019.



"Keprihatinan atas permintaan yang lemah di China memaksa banyak produsen untuk mencari alternatif. Perusahaan seperti Vitol, Shell dan litasco telah mempersiapkan untuk mempekerjakan supertanker untuk menyimpan minyak mentah yang rencananya dikirim ke China," ujar riset ANZ dalam sebuah catatan.

Sementara penasihat senior medis di China mengatakan, wabah virus Corona kemungkinan berakhir pada April, mendatang. Kekhawatiran atas permintaan imbas dari wabah viruc Corona telah mendorong Brent dan WTI ke posisi terendah dalam 13 bulan pada hari Senin. Kedua tolok ukur minyak internasional itu turun lebih dari 20% dari level tertinggi yang dicapai pada bulan Januari.

Administrasi informasi energi AS (EIA) pada hari Selasa, memangkas proyeksi permintaan minyak global untuk tahun ini menjadi 310.000 BPD saat wabah virus menekan konsumsi di China sebagai ekonomi terbesar kedua dunia. Dari sisi supply, organisasi negara pengekspor minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia atau yang dikenal sebagai OPEC +, direkomendasikan memotong lebih lanjut dari 600.000 BPD minggu lalu untuk membendung kejatuhan harga minyak.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak