alexametrics

Sri Mulyani Pastikan Sektor Keuangan RI Belum Terpapar Virus Corona

loading...
Sri Mulyani Pastikan Sektor Keuangan RI Belum Terpapar Virus Corona
Menkeu Sri Mulyani menegaskan sektor keuangan Indonesia masih tetap terjaga, di tengah penyebaran wabah virus corona yang berpotensi mempengaruhi ekonomi nasional. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Wabah virus corona di China bukan hanya membahayakan kesehatan juga perekonomian dunia. Data Otoritas Kesehatan China pada Selasa (11/2) kemarin, jumlah kematian akibat virus ini telah mencapai 1.018 orang dan telah ada 43.100 lebih kasus terinfeksi. Perekonomian Negeri Tirai Bambu -julukan China- kini mulai lunglai dan berdampak pada negara-negara mitranya, termasuk Indonesia.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menegaskan sektor keuangan Indonesia masih tetap terjaga. Adapun sektor keuangan ini akan terus dipelototinya agar tidak tertekan akibat dampak corona. "Sampai hari ini belum. Nanti kita antisipasi mengenai kondisinya," jelas Menkeu Sri Mulyani di Jakarta.

Seperti diketahui sebelumnya sebagai upaya mengantisipasi wabah virus corona di Tanah Air, penerbangan dari dan ke China telah dihentikan sementara. Hal ini tentunya berdampak terhadap sektor pariwisata, sedangkan untuk perdagangan beberapa komoditas impor juga disetop untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.



Sebelumnya Menkeu mengataka bakal memberikan subsidi untuk pelaku usaha sektor pariwisata demi menekan kerugian di tengah merebaknya wabah Virus Corona. Sektor pariwisata ini khususnya penerbangan. Adapun insentif akan diberikan untuk menggenjot penumpang domestik demi menangkal menurunnya turis asal China karena Virus Corona.

"Apakah bisa dikaji insentif atau subsidi kepada penerbangan terutama turis lokal untuk penerbangan domestik. Ini dalam rangka meningkatkan belanja dari masyarakat untuk menopang sektor pariwisata," katanya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak